<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274</id><updated>2011-04-22T12:33:31.042+07:00</updated><title type='text'>Binarsunyi</title><subtitle type='html'>binar mungil mengerjap berpendar ditiup angin menemani sepi menapaki jejak lorong kembali menuju penghujung sunyi, berbagi lengan bersama dua amanah terkelim di saku hati...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abhirhay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10869270818477713120</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-112417447539174397</id><published>2005-08-16T12:59:00.000+07:00</published><updated>2005-08-16T13:41:15.396+07:00</updated><title type='text'>PADA SEBUAH DISKUSI - 2</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/12/86/06/12860624/PX003178.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sharing kedua adalah tentang keluarga yang sakinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh suami istri yang saling mengasihi adalah Pasangan Habibie. Habibie bilang ada dua wanita yang luar biasa dibelakang kesuksesan saya. Ibunya sendiri dan ibu dari anak-anaknya. Dia pernah mengungkapkan suatu joke yang cukup menyentuh yaitu &lt;em&gt;"saya tidak takut dipecat dari pekerjaan saya ini, tapi saya lebih takut kalau dipecat oleh istri saya."&lt;/em&gt; Saat dia sudah tidak aktif lagi, waktunya dihabiskan untuk merawat istri tercintanya yang sedang sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah bukan rumah tangga yang dibangun diatas pondasi saling menghargai diantara suami dan istri. Memanusiakan satu sama lain. Tidak ada saling tindas. Tidak ada sikap ego. Saling melengkapi seperti kepingan-kepingan  puzzle abstrak yang akan menampakkan guratan yang bermakna jika pas satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah para perempuan mempunyai suami seperti Habibie??? Jawabannya adalah &lt;em&gt;"Bisa!!!!!"&lt;/em&gt; Caranya mudah kok, &lt;em&gt;"jadilah seperti Ainun Habibie, maka suamimu akan menjelma menjadi seperti Habibie."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---o0o---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kok sepertinya perempuan yang selalu dituntut untuk baik ya??? Harus lebih sabar, harus lebih bisa mendengarkan dari pada didengarkan, harus menjaga ini dan menjaga itu. Bla... bla... bla..."&lt;/em&gt; Begitu dengungan lebah yang mampir ke telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disitulah mulianya seorang perempuan. Di atas pundaknya yang ringkih terletak tanggung jawab untuk membuat para lelaki menjadi baik dan perempuan selanjutnya pun dapat membuat para lelaki selanjutnya baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-112417447539174397?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/112417447539174397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=112417447539174397' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/112417447539174397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/112417447539174397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/08/pada-sebuah-diskusi-2.html' title='PADA SEBUAH DISKUSI - 2'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-112408518000111616</id><published>2005-08-15T12:14:00.000+07:00</published><updated>2005-08-15T12:53:00.033+07:00</updated><title type='text'>PADA SEBUAH DISKUSI</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/170/14/58/99/14589983/HS014056.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa aku sangka, aku diberi kesempatan untuk menjadi pendengar di sebuah acara sharing pengalaman. Pemakalah adalah Beliau yang amat &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; dengan pembentukan keluarga sakinah dan islam kaffah (InsyaAllah apa yang Beliau amalkan terpancar dari wajah dan segala laku Beliau). Kebetulan pula istri Beliau pun ikut dalam acara itu. Cinta kasih selalu terpancar dari wajah Beliau berdua. Isi makalah disampaikan dengan lembut, tidak dengan intonasi yang meninggi seperti kebanyakan aku dengar setiap ada acara pengajian. Betul-betul aku mendapatkan lagi pemahaman Islam yang lembut, Islam yang indah dan Islam yang penuh cinta. Sebagian kecil yang aku tangkap coba aku bagi kepada kalian, teman-temanku. Semoga bisa menjadi pelipur hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya prihatin ketika mendengar ada saudara saya yang mempunyai amalan yang banyak tapi hidupnya tidak bahagia. Ada istri yang dianiaya secara emosional oleh suaminya. Suaminya sudah berlaku sombong karena dia sudah merasa berhak atas diri istrinya. &lt;em&gt;"Aku kan sudah capek mencari nafkah, boleh dong aku minta dilayani istriku. Tak tahu diri dia kalau tak mau melakukan apa yang aku suruh."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada suami yang terjajah istrinya. Istri tidak patuh kepada si suami karena dia merasa lebih dari suaminya. &lt;em&gt;Ah... apalah bisanya suamiku itu. Kalau tak ada aku, mau dikasih makan apa keluarga ini."&lt;/em&gt; Ada Haji yang suka mangkir janji dan korupsi pula. &lt;em&gt;"Tak apalah korupsi asal tidak lupa untuk bersedekah sana-sini."&lt;/em&gt; Begitu katanya. Ada perempuan yang tertutup rapat auratnya tapi dia suka selingkuh. Mereka minta nasehat dan berobat ke mana-mana, tapi setelah obat mereka kerjakan tetap aja suami istri itu berpisah, si Haji itu bangkrut dan masih banyak lagi kisah yang membuat hati saya miris. &lt;em&gt;(Sebetulnya tidak ada orang yang meminta nasehat kecuali dia ingin mencari pembenaran atas semua yang dia perbuat. Tanya dan jawablah dengan jujur pada dirimu sendiri).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya kalau kita bisa mengamalkan Islam secara Kaffah, insyaAllah semua kisah di atas itu tak akan terjadi. Karena janji Allah, Islam adalah agama yang sudah disempurnakan untuk hambaNya. Jadi mengapa agama yang sempurna ini membuat mudharat?... Pasti ada yang salah. Kesalahan bukan pada agama tapi pada yang menjalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi..., apa itu Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu adalah semua perbuatan dan perkataan Rasulullah dari mulai Beliau semenjak diangkat sebagai rasul sampai Beliau wafat. Apa yang ada dalam diri Beliau itu adalah cerminan Islam seperti yang diwahyukan Allah dalam Al-Qur’an. Islam kaffah itu terdiri dari islam, keimanan dan akhlak mulia (ihsan). Jadi kalau ada orang ber-Islam tapi masih melakukan yang mungkar-mungkar berarti dia masih belum ber-Islam secara kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya berbicara di forum ibu-ibu? Karena saya menginginkan yang terbaik buat ibu-ibu. Di tangan para ibu inilah akhlak manusia-manusia kecil dibentuk. Merekalah yang akan menjadi prajurit-prajurit Islam di garis depan. Marilah kita melihat ke dalam diri kita sendiri, kenali diri. Selalu berubah menjadi lebih baik dari hari ini dan kemarin. Jadikanlah Rasul sebagai tolok ukur kita dalam berakhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah bilang kita sudah sabar kalau kita baru dimaki orang sudah mendidih ubun-ubun kita. Baru diludahi orang kita sudah ikut balik meludah. Kalau tolok ukur sabar kita adalah Beliau, maka kita masih sangat jauh dari sifat sabar itu sendiri. &lt;br /&gt;Ternyata banyak sekali PR kita, tapi Allah telah berjanji Tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau dia tidak berusaha untuk merubahnya sendiri. Jadi mengapa tidak kita coba...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang si suami atau istri atau siapapun akan berujar &lt;em&gt;"apa nggak tambah ngelunjak kalau saya mencoba sabar?&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, kalau kita memberinya dengan penuh cinta dan penuh kelembutan insyaAllah semua akan menjadi baik adanya. Tidak ada lagi tetangga yang tidak bertegur sapa. Tidak ada lagi suami yang sombong terhadapa istrinya. Tidak ada lagi istri yang tidak patuh dan anak-anakpun tumbuh menjadi prajurit islam sejati yang penuh kelembutan. InsyaAllah... tidak ada lagi pemerintah yang menindas rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi ini terputus karena waktu yang sudah semakin larut. Aku mencoba melihat sekelilingku, semoga aku diijinkan kembali dan mendapat sesuatu yang berharga seperti hari ini. Alhamdulillah, terimakasih Allah atas izinMu aku dapat ada di sini. Semoga ini membuatku berubah menjadi lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;InsyaAlloh akan dilanjutkan&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-112408518000111616?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/112408518000111616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=112408518000111616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/112408518000111616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/112408518000111616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/08/pada-sebuah-diskusi.html' title='PADA SEBUAH DISKUSI'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-112131460849471446</id><published>2005-07-14T10:38:00.000+07:00</published><updated>2005-07-14T11:16:48.500+07:00</updated><title type='text'>ASI, ANAK MANUSIA DAN ANAK SAPI</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/67/57/14675719/AX079346.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"ASI untuk anak manusia, susu sapi untuk anak sapi."&lt;/em&gt; Aku dan abhi geli membaca himbauan yang ditempel di RSB tempat Najla lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ibu-ibu, usahakanlah memberi asi eksklusif kepada bayi anda. Karena asi ibu tidak tergantikan oleh produk susu apapun. Tidak ada alasan asi tidak cukup, karena semua itu sudah di setting olehNya. Kunci keberhasilan dari memberikan asi adalah jangan panic, rileks, penuhi asupan gizi dan dukungan penuh oleh suami. Sebisa mungkin begitu bayi lahir segera tempelkan pada ibu agar refleks menghisapnya tidak hilang dan dapat segera merangsang keluarnya asi ibu. Kalau belum keluar jangan panic, terus rangsang dengan menempelkan mulut bayi pada area menyusu ibu. Bayi-bayi yang baru lahir diberi kemampuan untuk tahan tidak minum apapun selama 24 jam. Jangan lekas diberi susu kaleng, apalagi kalau memakai botol. Itu bisa membuat bayi malas minum asi. Kalau ibu bekerja, perah susu untuk persediaan si bayi. Dan minumnya jangan pakai botol ya Bu."&lt;/em&gt; Kata seorang dokter anak dalam sebuah acara talk show yang tak sengaja mampir ke telingaku. (Wah bukan iklan yang bagus untuk susu formula dan botol susu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Benar loh ibu, saat-saat indah itu tidak bisa diulang. Jangan takut gemuk atau milik ibu tidak indah lagi. Karena begitu hamil, memang sudah ada perubahan. Suami saya pernah menggoda saya kalau ingin tubuh yang tetap indah ya ndak usah punya anak.&lt;/em&gt; Begitu timpal &lt;em&gt;host&lt;/em&gt; yang telah mempunyai anak tiga tapi masih tetap terlihat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---oOo---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar bincang-bincang itu membawaku kembali jauh ke belakang. Saat-saat di mana menantikan buah hati lahir. Banyak sekali buku yang aku baca untuk mempersiapkan mentalku menghadapi saat-saat yang dinantikan. Alhamdulillah “Mama” tidak henti mensuportku dengan pengalaman-pengalaman Beliau melahirkan dan membesarkan kedua putra yang sudah menjadi panutan kami juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertamakali najla lahir, wuuuiiiih senengnya gak ketulungan.  Alhamdulillah Bapak bisa menengok cucunya lahir. Pertama kali menyusui najla aku panik, karena air susuku tidak keluar. Setelah berhasil aku lebih panik lagi karena Najla tidak berhenti BAB setelah menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Aduh..., jangan-jangan diare nih anakku. Gimana nih..??!!!?"&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Abhi yang sama paniknya denganku menoleh Bapak. Bapak hanya bisa menyarankan kami bertanya pada dokter anak. Waduh... ternyata Bapak sendiri sudah lupa bagaimana mengurusku waktu bayi dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan pertama setelah najla lahir adalah saat-saat yang paling norak abis. Buku yang aku baca semakin membuat aku panik kalau Najla kenapa-napa. Abhi dan &lt;em&gt;Mama&lt;/em&gt; yang sering jadi sasaran kepanikanku (maaf ya Bhi, maaf ya Ma). Sebentar-bentar aku telpon mama atau abhi untuk membagi kepanikanku menghadapi najla seorang diri tanpa ada referensi hidup yang dapat kutanyai sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ma, najla kok BAB terus sewaktu mimi asi? Sudah wid bersihin, tapi kok keluar lagi. Diarekah dia Mam???"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembut Mama tertawa dan menjawab &lt;em&gt;"kan memang belum sempurna pencernaannya wid. Mungkin dia belum selesai BAB-nya, jadi ya masih keluar lagi."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"OooooooOOhhh..., thanks ya mam."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain waktu aku telfon abhi &lt;em&gt;"Bhi..., najla kok muntah ya setiap jam 9 pagi. Byoorrr gitu, banyak banget.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Waduh... aku gak ngerti mi. Coba kamu tanya Mama deh."&lt;/em&gt; Begitu jawab abhi sama bingungnya. Langsung deh aku telpon Mama dan menyerbunya dengan kepanikanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mungkin dia terlalu kenyang wid, jadi muntah. Lambungnya kan masih kecil."&lt;/em&gt; Begitu mama menenangkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"OooooooOOOhh..., hihihi...thaks ya mam."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh bulan sudah umur Najla. Tiba-tiba dia tidak mau minum asi, kucoba susu formula juga tidak mau. Waduh betapa sedih dan paniknya aku. Kata dokter, Najla sehat dan tidak ada gangguan disaluran pernafasan yang membuat dia enggan untuk minum susu. Temanku bilang, &lt;em&gt;"Sudah sekalian disapi saja. Simple kan. Orang lain bingung nyapi anaknya, kamu kan enak najla sudah gak mau."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar opini itu aku nangis sejadi-jadinya. Masak sih aku gak dizinkan memberi asi sampai Najla dua tahun. &lt;em&gt;"Bhi..., tanya Papa dan Mama yuuuuuk."&lt;/em&gt; Begitu rengekku. Segera abhi mengunjungi Papa dan Mama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu abhi pulang aku langsung bertanya &lt;em&gt;"Bagaimana bhi...???"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abhi tersenyum dan bilang, &lt;em&gt;"tenang saja. Berdoa sama Allah. Insyaallah besok Najla sudah pulih karena Najla gak sakit kata dokter. Itu biasa kok. Begitu pesan Papa dan Mama."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Najla tidak jadi berhenti asi sampai dia berumur dua tahun tiga bulan. Yang tiga bulan adalah masa-masa mengurangi jatahnya minum asi sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah hasilnya, najla tidak mudah sakit. Najla sangat aktif dan pintar. Jadi jangan ragu untuk memberikan asi selama waktu yang disunahkan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, atas ijinNya, aku benar-benar bisa hanya memberi asi tanpa susu formula untuk Najla selama dua tahun. Juga untuk adanya  abhi, Papa dan Mama serta Bapak yang tidak berhenti mensupport aku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-112131460849471446?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/112131460849471446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=112131460849471446' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/112131460849471446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/112131460849471446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/07/asi-anak-manusia-dan-anak-sapi.html' title='ASI, ANAK MANUSIA DAN ANAK SAPI'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-111874534152378076</id><published>2005-06-14T16:05:00.000+07:00</published><updated>2005-06-15T11:52:48.343+07:00</updated><title type='text'>24 MEI 2005 : SAAT DAUN-DAUN GUGUR</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/10/76/63/10766330/NU001024.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berita itu datang, aku hanya terpana dan menyorongkan hape pada abhi. Abhi segera bersiap dan menyuruhku mengabari saudara-saudara lain semampuku. Setelah beberapa yang berhasil aku ingat untuk ku kabari, aku berangkat. Bersama abhi dan najla. Sesampai di sana,  begitu banyak muka pilu yang kulihat. Semua tatapan menerawang, entah jauh ke depan atau ke belakang. Terasa begitu berat, tapi tak begitu banyak tangis. Yang ada hanya wajah-wajah nirsuara hilir mudik. Semua yang mereka kerjakan seperti sudah diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ingin kuucapkan &lt;em&gt;"sebentar sekali Engkau pinjamkan KekasihMu yang ini pada kami ya Allah... Belum puas rasanya kami memandang cemerlang wajahnya yang penuh kasih."&lt;/em&gt; Tapi tak jadi, sepertinya ada yang menahan aku untuk tidak protes dan tidak terlalu bersedih dengan kepulangan Beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ke tempat mama. Aku disambut dengan pelukan yang sangat erat dan lama. Ingin aku menangis sepuasnya, tapi ada yang menahanku menangis keras. Kami duduk dan mama bercerita pada kami tentang kepulangan Beliau. Kakak laki-laki yang sangat sayang pada mama dan almarhumah Papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Itu adalah hal yang biasa sebetulnya. Tak bisa kalian bayangkan berapa banyak yang dipanggil pulang pada jam yang sama dan hari yang sama. Seperti daun-daun yang gugur mereka itu. Setelah tugasnya habis membuat makna untuk pepohonan. Kitapun akan bernasib sama. Pulang jugalah kita nanti. Tujuan akhir kita sama, pulang kembali padaNya. Hanya karena hal ini terjadi pada kita, maka kita gempar. Saya pun gempar, saya masih gemetar. Tapi kita harus tetap berpegang pada ajaranNya. InsyaAllah selamat kita. Jangan bersedih, semua sudah diatur olehNya. Semoga kita diampuni segala dosa dan dikuatkan sampai saat kita tiba. Semoga kita juga masuk dalam bentengNya."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ammiiiiin. Allahumma ammiiiin... Bisik kami menyambut doa Mama."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok hari saat Najla bangun, dia menangis. Terdengar begitu sedih, aku segera berlari ke dalam, memeluknya dan bertanya &lt;em&gt;"Kenapa Nak...?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbata dia bercerita &lt;em&gt;"Najla mimpi diajak jalan-jalan dan kasih makan ikan. Abhi dan ummi juga ikut. Habis itu Beliau pulang ke rumah Allah naik pesawat. Najla hanya bisa lihat sambil dadah."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan abhi hanya bisa bertukar pandang dan memeluk najla erat-erat. Mengajaknya berdoa semoga bila saatnya tiba kami diizinkanNya bersua lagi dengan Beliau dan para Penghulu terdahulu. Kembali berkumpul dalam rumahNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-111874534152378076?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/111874534152378076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=111874534152378076' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111874534152378076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111874534152378076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/06/24-mei-2005-saat-daun-daun-gugur.html' title='24 MEI 2005 : SAAT DAUN-DAUN GUGUR'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-111778173472603274</id><published>2005-06-03T13:18:00.000+07:00</published><updated>2005-06-03T13:55:34.733+07:00</updated><title type='text'>CERAI!!!</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/56/34/14563437/FAM-03-RIT002.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mbak dan mas, aku mohon doa agar pada sidang perceraian terakhir besok hakimnya bisa adil dan bisa melihat siapa di antara kami berdua yang bisa mendidik anak kami."&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups... Gimana ya enaknya bunyi doa yang harus aku ajukan padaNya? Lah wong cerai kok ya minta doa sih...?!? Ini sebetulnya minta dukungan atau apa ya Bhi...?!? Antara kesal dan geli terhadap sms yang bunyinya seperti di acara gossip sana-sini itu. Akhirnya  aku hanya bisa membalas &lt;em&gt;"semoga yang menjalani diberi kekuatan dan bimbinganNya. Amin3x. Apapun keputusan besok adalah yang terbaik untuk anak kalian, semoga kalian berdua dapat ikhlas."&lt;/em&gt; Doa yang tidak diharapkan, karena tidak ada balasan meng-amini doa tadi. Tak apalah... resikonya jadi orang berusaha netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalagi cerita sewaktu aku masih kuliah. Ada seorang bapak yang kebetulan adalah pelatih beladiriku, sedang mengalami gonjang ganjing puber kedua. Di saat-saat yang lain sedang latihan aku dipanggil dan diminta mendengarkan ia bercerita. &lt;em&gt;"Gimana ya dek..., istri saya itu bla... bla... bla... Saya sudah ndak tahan, kalau saya pisah bagaimana?"&lt;/em&gt; Gedubraks!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh...gak salah nih. Akhirnya dengan garuk-garuk kepala aku hanya bisa menjawa,&lt;em&gt; "ya terserah yang menjalani. Hanya satu yang saya ingin dari bapak, tolong pertimbangkan psikologi adek-adek kalau Bapak jadi pisah. Bapak dulu pernah mengalami getirnya masa-masa perceraian orang tua bapak. Apa bapak tega memberikan masa-masa yang sama itu kepada adek-adek...? Anak-anak &lt;em&gt;broken home&lt;/em&gt; saat dia dewasa sepertinya normal-normal saja Pak, tapi mereka mempunyai lubang di hati mereka yang sulit sekali untuk sembuh. Banyak contohnya Pak, dan Bapak tahu itu."&lt;/em&gt; Dan... si bapak itu hanya bisa mengaruk-garuk kepala mendengar jawabanku yang tidak sesuai dengan harapannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Wid, kemana semua cinta yang membuat mereka dulu memutuskan untuk menikah?  Mengapa saat mereka memutuskan tak dapat seiring lagi semua borok di obral kesana kemari? Mengapa sih, mereka tidak dapat berpisah baik-baik seperti saat mereka memulai dulu dengan baik-baik??"&lt;/em&gt; Begitu seorang temanku pernah bertanya padaku. Dan... aku tetap dengan menggaruk kepala menjawab, &lt;em&gt;"loh kok tanya aku sih...? Ya mbok tanya mereka saja mas, hehehe..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cerai atau perceraian. Kata-kata itu pernah membuatku marah dan bertekad tidak akan membuat anak dan cucuku mengalaminya. Kegetiran dan kemarahan dari sebuah perceraian selalu diserap lebih sempurna oleh pihak paling lemah, anak. Mereka tidak bisa memahami mengapa mereka harus hidup terpisah dari ayah atau bundanya. Belum lagi kalau ayah atau bundanya menyimpan bara api yang tak kunjung padam sampai si anak dewasa. Si anak biasanya akan tumbuh tidak normal secara psikologis. Perlu perjuangan yang menyakitkan untuk bisa sembuh dari trauma perceraian. Terutama perceraian yang disertai permusuhan yang terpelihara sampai anak dewasa dan berkeluarga sendiri.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-111778173472603274?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/111778173472603274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=111778173472603274' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111778173472603274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111778173472603274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/06/cerai.html' title='CERAI!!!'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-111640684910371933</id><published>2005-05-18T15:03:00.000+07:00</published><updated>2005-05-18T16:00:49.130+07:00</updated><title type='text'>OBAT HATI</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/56/36/14563628/PEO-04-RIT001.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tombo ati iku limo sak wernane.&lt;br /&gt;Kaping siji moco Qur’an sak maknané.  &lt;br /&gt;Kaping pindo sholat wengi lakonono. &lt;br /&gt;Kaping telu wong kang sholeh kumpulono.&lt;br /&gt;Kaping papat weteng siro ingkang luwé. &lt;br /&gt;Kaping limo dzikir wengi ingkang suwé. &lt;br /&gt;Salah sak wijiné sopo iso ngelakoni.&lt;br /&gt;Insyaallah Gusti Alloh ngijabahi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamat-lamat lagu yang sering diputar salah satu stasiun TV swasta setelah Tsunami  mampir dan menggelitik telinga hatiku. Ingatanku kembali ke belakang, saat aku pertama kali mendengar kabar Papa telah Pulang. Hilang satu lagi dari tatap mata kita, dari jangkauan kita bhi... Satu persatu para Kekasih dipanggilNya pulang, berlindung dalam bentengNya. Kesempatan kita untuk berdekat-dekat dengan para kekasihNya pun semakin sedikit dan nyaris tak terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhi... sepertinya kita sudah diharuskan bisa melakukan semuanya sendiri. Karena satu persatu panutan kita dipanggilNya pulang. RinduNya dan rindu padaNya lebih indah untuk ditunaikan Beliau. Tinggallah empat perkara yang harus kita perjuangkan sendiri agar kita dapat selamat sampai tujuan kita... Allah itu sendiri. Benar-benar hanya amalan kita sendiri. &lt;em&gt;Duh Gusti..., dalem nyuwun kawelasan...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Semoga kita dapat selamat dan diselamatkanNya, kembali ke dalam pangkuanNya. Kembali menjadi kanak-kanak yang manja dan dimanjakanNya. Ammiiiin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;________________________________&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Terimakasih terhatur untuk semua teladan yang diberikan pada kami untuk selalu menghadirkanNya di manapun kami berada dan dalam keadaan apapun&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-111640684910371933?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/111640684910371933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=111640684910371933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111640684910371933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111640684910371933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/05/obat-hati.html' title='OBAT HATI'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-111501661764264226</id><published>2005-05-02T13:37:00.000+07:00</published><updated>2005-05-02T13:50:17.646+07:00</updated><title type='text'>MAIN PAZEL</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/38/52/14385266/90849-334.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ma... aku seneng banget main di rumah adek Najla. Di sana banyak pazel. Aku suka yang balon. Ada gambar gajah, jerapah, beruang dan singa yang lagi naik balon udara. Pertamanya susah, tapi aku diajarin adek dan aku akhirnya bisa. Waktu aku sudah selesai, ummi tepuk tangan. Seneng deh. Ini aku dipinjemin pazel balon sama ummi. Soalnya aku tadi nangis waktu disuruh pulang sama tétéh, kan aku masih pingin main pazel yang lain."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ayuuh ma ke toko buku. Kata adek Najla di toko buku banyak pazel yang bagus-bagus. Aku gak jajan banyak-banyak lagi deh ma. Kata ummi uangnya di tabung biar aku bisa beli puzel yang banyak kayak adek Najla."&lt;/em&gt; Begitulah seorang ibu membisikkan celoteh putranya sebelum tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dia belum mau tidur sampai dia betul-betul bisa, Bu. Kalau sudah tersusun, dia bongkar lagi. Begitu terus sampai dia mengantuk. Belum pernah saya, melihat dia begitu tekun mengerjakan sesuatu sampai benar-benar bisa. Di suruh mengerjakan PR saja susah (TK sudah ada PR???...)."&lt;/em&gt; Begitu si ibu melanjutkan cerita tentang anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain. Itulah kegiatan yang paling di sukai balita dan anak-anak usia sekolah. Semakin kita paksa dia untuk belajar maka semakin dia lebih suka bermain. Begitulah keluh banyak ibu padaku. Mereka akan stel muka garang dan suara menggelegar saat menyuruh si anak belajar atau mengerjakan tugasnya. Tidak ada pujian saat mereka berhasil melakukan sesuatu yang bagi mereka sangat berat untuk dikerjakan. Bagi sebagian orang tua di lingkunganku, belajar itu tugas utama anak, mencapai nilai terbaik adalah tanggung jawab mereka. Bisa dibayangkan betapa mencekam  dan membosankan suasana belajar mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain sambil belajar, itu yang aku terapkan untuk Najla dan beberapa teman yang sering main ke rumah. Bermain puzel huruf dan angka yang berwarna-warni. Selain melatih motorik, juga bisa untuk mengenalkan warna, mengelompokkan berdasarkan warna yang sama, mengenalkan huruf dan angka secara acak. Semua dilakukan dengan kemauan si anak. Asyik saja melihat mereka begitu antusias berebut huruf-huruf atau angka-angka dengan warna yang sama. Lalu dengan raut muka puas mereka menunjukkan hasilnya padaku. Baru setelah itu aku mengenalkan huruf atau angka yang mereka dapat dan mereka mencocokkannya ke dalam lubang-lubang huruf atau angka yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lain, aku akan bercerita tentang bentuk benda. Ada segitiga, lingkaran, bujur sangkar dan persegi panjang. Setelah itu kami berburu benda-benda dan mengelompokkannya ke dalam bentuk-bentuk yang sama. Selesainya kami menghitung jumlah benda dari masing-masing bentuknya dan mengembalikannya ke tempat semula. Hadiah bagi semua adalah, ucapan betapa bangganya aku pada kepintaran dan kerajinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binar-binar puas bisa melakukan sesuatu dan ingin melakukan sesuatu yang lainnya lagi begitu telihat dari sorot mata mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-111501661764264226?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/111501661764264226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=111501661764264226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111501661764264226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111501661764264226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/05/main-pazel.html' title='MAIN PAZEL'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-111258910748830921</id><published>2005-04-04T09:59:00.000+07:00</published><updated>2005-04-04T11:50:30.560+07:00</updated><title type='text'>SAYA GAK MAU MENGAJARI</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/17/18/14171810/PE-285-0144.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;"Saya gak mau mengajari anak saya, karena dia masih kecil. Biar saja dia puas bermain. Kan ini masa-masanya dia bermain. Bapaknya sih sudah menyuruh saya untuk mengajarinya. Tapi saya pikir lebih baik nanti saja kalau dia sudah sekolah akan saya ajari dia membaca. Nah, saya baru bersalah kalau dia sudah sekolah tapi saya tidak mengajarinya!!!! Najla sudah bisa membaca ya ???" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uuups….., sebuah lontaran yang mengejutkan. Alih-alih ingin berbagi cara bermain sambil belajar dengan ibu-ibu lain yang bertanya padaku, lah kok malah ada yang belum-belum sudah merasa &lt;em&gt;tertuduh&lt;/em&gt;. Sehabis itu ia menawariku bermacam-macam buku tentang bagaimana cara mendidik anak dan lain-lain. Waduh... tidak enak dan jadi serba salah deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang aku merasa bersalah dan khawatir terlalu cepat mengkondisikan Najla untuk menyukai buku. Maka aku sering konsultasi kepada Eyang Kung-nya yang berpengalaman menghadapi kecepatan dan kekurangsabaranku dulu, dalam belajar berbagai hal. Begitu juga kepada Eyang Putri-nya, yang diusia senja masih aktif mengajar di mana-mana. Beliau berdua hanya berpesan sepanjang Najla senang dan minta sendiri tidak apa-apa. Hanya nanti bila saatnya mencari sekolahn perlu berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sering menggodaku dulu adalah mulai usia berapa seharusnya anak belajar? Ada ahli yang bilang usia keemasan adalah umur 0-5 tahun. Gizi dan stimulus yang didapat si balita ini harus optimal agar mendapatkan hasil yang cemerlang. Tapi apakah cukup seperti itu??? Jejali makanan yang kita pikir bergizi tinggi, kemudian kita tumpahi dia dengan segala macam mainan penunjang dan sudah selesai tugas kita. Saat si anak tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, kita sibuk menyalahkan si ahli yang tidak becus membuat rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering melihat disekitarku, anak-anak yang pintar di sekolah tapi dia tidak menyenangi belajar dan sekolahnya. Atau anak-anak yang luar biasa senangnya bermain, menonton TV, main PS dan begitu tidak senangnya belajar. Di rumahnya mereka tidak kekurangan apapun, bahkan cenderung berlebih. Adalagi anak yang suka sekali belajar dan rasa ingin tahunnya sangat besar. Tapi dia akhirnya juga tidak suka belajar karena orang tuanya merasa tidak mampu untuk membelikan dia fasilitas penunjangnya. Mahalkah belajar itu? Bagaimana belajar yang menyenangkan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ aku terinspirasi buku tentang Totto Chan dan buku Pak DR. Shinichi Suzuki. Totto Chan bersekolah di sekolah yang membuat anak-anak suka belajar, berani mencoba tanpa takut gagal dan berempati. DR. Suzuki menulis bahwa tidak ada anak yang diciptakan untuk jadi bodoh. Selama anak itu bisa berbahasa dengan baik berarti dia mempunyai kemampuan untuk belajar apa saja. Masing-masing anak bisa menjadi apa saja sesuai stimulus yang diberikan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengapa tidak sedini mungkin kita mengondisikan manusia-manusia kecil ini suka belajar. Kapan saja dan di mana saja mereka mau. Segala hal bisa dipakai untuk bermain dan belajar. Belanja ke pasar bisa kita gunakan untuk mengenalkan huruf, benda, bentuk geometri dan transaksi jual beli. Berjalan-jalan di sekitar rumah bisa menemukan kepompong di sebuah dahan, melihat serangga, unggas dan bersosialisasi. Sesampai di rumah membuka buku tentang apa saja yang kita temui atau kita menggambarkannya dengan penuh kegembiraan. Betapa asyiknya.....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-111258910748830921?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/111258910748830921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=111258910748830921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111258910748830921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111258910748830921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/04/saya-gak-mau-mengajari.html' title='SAYA GAK MAU MENGAJARI'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-111217141516488424</id><published>2005-03-30T14:58:00.000+07:00</published><updated>2005-03-30T15:30:15.166+07:00</updated><title type='text'>DUA WANITA YANG MENYEJUKKAN</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/47/78/14477867/AAJB001022.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas izinNya akhirnya aku dan Abhi dapat bersua dengan dua wanita yang menyejukkan. Jujur terkadang aku iri dengan mereka. Mereka begitu takzim dalam berbusana, berucap dan berlaku. Sapa mereka lembut, tawa mereka lembut dan tak henti puja dan puji padaNya terlontar dalam cakap mereka. Subhanallah... Sejuk sekali hati ini mendengarnya. Setelah sekian lama aku dilingkupi teriakan-teriakan ketidakpuasan terhadap keadaan yang sering membuatku mual. Berkumpul dengan mereka sedikit menghiburku dari kerinduanku terhadap kelembutan kasih Papa dan Mama. Kasih dalam Islam. Kasih di dalamNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rinduku ini yang sering menuntut aku untuk bersunyi-sunyi. Astaghfirullah..... Mengapa aku begitu tertinggal dalam beretika islami??? Mengapa aku lalai melatih lidahku untuk terbiasa memujaNya. Mengapa aku asyik bersembunyi dalam hatiku dan berharap bersua denganNya, sedang Dia ada di manapun yang Dia suka??? Mengapa aku harus mengurung diri seperti katak dalam tempurung dengan harapan bisa menghindar dari dosa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku teringat saat Papa dipanggilNya pulang. Saat itu aku begitu hampa dan begitu ingin marah. Aku seperti anak manja yang tidak tahu harus buat apa untuk melanjutkan kehidupan. Aku luluh lantak. Aku seakan lebih merasa berduka dari bumi yang berguncang saat kepastian itu tiba, tapi bumi patuh pada &lt;em&gt;sunnatullah&lt;/em&gt; sedang aku... &lt;em&gt;no nothing&lt;/em&gt;. Astaghfirullah... Aku nyaris bergantung pada Papa sedang Beliau sendiri tak menginginkan itu... Maafkan aku ya Pa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah... Aku diperkenankanNya untuk tidak berlama-lama terpuruk. Aku diizinkan hadir dalam suatu &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt;. Aku dibukakan tentang Islam Kaffah, Islam yang beretika, Islam yang lembut dan penuh cinta kasih. Pesannya, seharusnya yang demikian itu kami mestinya yang lebih mendahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian aku diizinkan bertemu dua wanita yang membuatku lebih lebar membuka jendela tentang Islam yang beretika dan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata benar, anak yang terlalu dekat akan menjadi buta. Sedang anak yang terbiasa jauh akan tetap lekat. (maafkan aku, aku lupa siapa yang pernah berbisik untukku saat itu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Thanks 4 Dian dan Mbak Santi.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-111217141516488424?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/111217141516488424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=111217141516488424' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111217141516488424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111217141516488424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/03/dua-wanita-yang-menyejukkan.html' title='DUA WANITA YANG MENYEJUKKAN'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-111079299861782356</id><published>2005-03-14T15:49:00.000+07:00</published><updated>2005-03-14T16:46:38.140+07:00</updated><title type='text'>BUNYI HP</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/09/30/14093061/AX046611.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat adzan ashar mulai memasuki relung-relung telinga hati, tiba-tiba ada suara lain yang sedikit mengganggu. Reaksi dari interupsi itu akhirnya membuat indahnya panggilan &lt;em&gt;open house&lt;/em&gt; menjadi hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"HP siapa sih, bukannya begitu masuk langsung dimatiin!!!"&lt;br /&gt;"Tolong dong, itu HPnya dimatiin dulu!!!"&lt;br /&gt;"Sebel!!! HP siapa sih, kok gak cepet dimatikan?!!!?"&lt;br /&gt;"ngngngngngng....."&lt;/em&gt; Bunyi sejuta lebah mendengung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan dua shaf shalat saling toleh untuk tahu HP siapa yang tidak sopan berbunyi saat kita mengantri untuk sungkem padaNya. Nyali yang punya HP pun pasti ciut melihat kegaduhan yang ditimbulkan oleh bunyi lirih dari tasnya itu. Alhasil sampai selesai shalat tidak ada yang bergeming untuk mematikan asal suara lirih yang menimbulkan suara yang lebih gaduh dari asal suara itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku duduk diam, ada sekelebat bayangan keluar dari shaf. Alhamdulillah tidak ada yang melihatnya mematikan HP itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan, &lt;em&gt;"Bagaimanakah sebaiknya kita menyikapi kealpaan itu?"&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-111079299861782356?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/111079299861782356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=111079299861782356' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111079299861782356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/111079299861782356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/03/bunyi-hp.html' title='BUNYI HP'/><author><name>abhirhay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10869270818477713120</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-110975179771482281</id><published>2005-03-02T15:01:00.000+07:00</published><updated>2005-03-02T15:23:17.716+07:00</updated><title type='text'>KRRRRiiiiiiiiiiiiNNGGGG!!!!!!!</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/11/54/78/11547865/CB017265.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hallo, Assalamu’alaikum."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hallo... aku cuuma pingin denger suaramu. Lega deh, pokoknya sesumpek apapun aku, kalau udah ketemu atau denger suaramu aku gak sumpek lagi. Udah ya, thanks. Assalamu’alaikum."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lain, saat matahari begitu menyengat ubun-ubun, tiba-tiba... KRRRRiiiiiiiiiiiiNNGGGG!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hallo, Assalamu’alaikum."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hallo... aku Cuma pingin denger suaramu. Lega deh, pokoknya sesumpek apapun aku, kalau udah ketemu atau denger suaramu aku gak sumpek lagi. Udah ya, thanks. Assalamu’alaikum."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terulang dan terulang terus sampai aku gerah dan hampir mual. Awalnya hanya perhatian karena aku prihatin dengan jalan hidupnya yang harus berjuang sendiri menghidupi tiga anaknya. Tahun-tahun awal kita masih dapat menyayangi dalam batas yang wajar. Hingga akhirnya menjadi ketergantungan yang menyesakkan. Jujur aku kesal, tapi aku juga merasa bersalah karena tanpa sadar aku sudah membiarkan dia tergantung padaku. &lt;em&gt;Ya Allah, hamba mohon ampun.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kamu harus tegas sekarang. Jagalah jarak dan tidak usah terlalu meresahkannya."&lt;/em&gt; Begitu saran Abhi padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai aku mencoba menghindar sehalus mungkin yang aku bisa dari pertemuan dengannya. Seandainyapun terpaksa harus bersua, aku mencoba untuk tidak begitu memberi perhatian yang selama ini aku berikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kamu kenapa, kok sekarang kaku banget sih sama aku?"&lt;/em&gt; Begitu tanyanya saat aku tak bisa lagi menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maaf, aku lagi capek. Aku lagi pingin sendiri."&lt;/em&gt; Jawabku dengan enggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, hingga tiba saat aku bisa mengatakan apa yang sebenarnya mengganjal di hatiku.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maaf, aku sudah salah membuatmu tergantung pada selainNya. Maafkan juga kalau aku harus undur agar kamu bisa lebih fokus denganNya. Tolong, mulai saat ini apapun yang menyesakkanmu jangan kau ceritakan pada siapapun. Adukan hanya padaNya. Menghanyalah hanya padaNya."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terdiam, dan mencoba mengelak apa yang coba aku utarakan. Hingga akhirnya dia diam dan pergi meninggalkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puaskah aku?..entah. Karena aku sudah tidak begitu mahir lagi mengenali ekspresi jiwaku. Yang ada hanya kerinduan yang semakin memuncak untuk sendiri dan sendiri. Hingga suatu saat rinduku padaNya menemu telaga. &lt;br /&gt;Kapan...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-110975179771482281?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/110975179771482281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=110975179771482281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110975179771482281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110975179771482281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/03/krrrriiiiiiiiiiiinngggg.html' title='KRRRRiiiiiiiiiiiiNNGGGG!!!!!!!'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-110955521997979972</id><published>2005-02-28T08:32:00.000+07:00</published><updated>2005-02-28T08:49:18.113+07:00</updated><title type='text'>APA YANG KAMU LAKUKAN KALAU KAMU JADI AKU?</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/10/72/56/10725691/AW012811.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apa yang kamu lakukan kalau kamu jadi aku. Aku punya teman baik yang rela jadi second wife. Calon suaminya aku kenal baik, istri pertamanya pun aku kenal baik. Aku bingung harus bersikap bagaimana. Aku tidak bisa meninggalkan temanku, tapi aku tidak enak dengan  si first wife. Bla... bla... bla..."&lt;/em&gt; Begitu seorang kakakku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sejenak terdiam dan aku tak bisa berkata walau benakku sibuk berkata-kata. &lt;em&gt;Itu bukan urusanmu. Tetap baik pada semuanya, jaga agar tidak memihak dan kalau tidak bisa ya jaga jarak atau menjauh dengan perlahan."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku jadi ingat dengan empat percakapan dalam waktu yang berbeda tentang topik &lt;em&gt;poligami&lt;/em&gt;. Percakapan pertama saat aku masih kuliah semester awal. Aku jadi panitia Maulid Nabi untuk pertama kali. Karena aku jadi sie keamanan, aku duduk di belakang sendiri ketika acara di mulai. Tiba-tiba ada yang duduk di sebelahku dan bertanya &lt;em&gt;"Kalau nanti suamimu mau kawin lagi, kamu siap ndak???&lt;/em&gt; Nah... loh, saking kagetnya aku cuma bisa pandang si penanya dengan bengong. &lt;em&gt;(Aduh mas... kamu itu cakep-cakep nanyanya kok ya gak pake kata pengantar dulu sih. Ini mau ngetes apa nanya beneran ya...?)&lt;/em&gt; Alhasil aku akhirnya terlibat silang kata dengan seniorku itu. Aku sibuk mengajukan syarat-syarat yang diperbolehkan agar seorang laki-laki boleh berpoligami. Intinya sih... bisa adil gak sih yang mau berpoligami itu dan silang kata itupun akhirnya terputus tanpa kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan kedua adalah dengan adik kostku yang unik, tujuh tahun setelah percakapan pertama. Kami senang silang kata  tentang kesiapan kita melalui garis hidup yang sudah ditentukanNya. Kami mulai masuk dalam topic kira-kira siapa yang dipersiapkanNya untuk kami sebagai jodoh.&lt;em&gt;(Kami berdua memang memutuskan untuk menyerahkan sepenuhnya pada kehendakNya untuk jodoh kami).&lt;/em&gt; Bagaimana kesiapan kami kalau akhirnya yang dipersiapkanNya tidak sesuai dengan harapan para orang tua kami. Bagaimana kalau jodoh kami adalah duda. Dan... bagaimana kalau jodoh kami adalah pria yang sudah beristri... Percakapan ini dipicu oleh pertemuan tak sengaja dengan seniorku yang masih tetap cakep dan sendiri di sebuah bis antar kota &lt;em&gt;(mungkin dia masih mencari istri yang mau dipoligami... Entah... Yang kulihat wajahnya tak secermelang dulu).&lt;/em&gt;  Kami sepakat untuk memakai alat-alat yang sudah disediakanNya untuk mencari tahu apakah memang ini kehendakNya atau nafsu kami semata sebelum kami menikah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita kami berpisah setelah sebelumnya aku telah dipertemukanNya dengan Abhi. Setelah sekian lama tak bersua, entah aku tergerak untuk mencari tahu kabar tentang adikku ini. Subhanallah, ternyata diapun bertemu dengan suaminyapun dengan caraNya yang luarbiasa. Dia baru menimang buah cinta mereka saat aku mencari kabarnya. Dia mengingatkanku tentang percakapan-percakapan kami dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan ketiga adalah dengan teman masa kecilku yang mempunyai cita-cita cari istri yang rela kalau dia menikah lagi &lt;em&gt;(waduh...)&lt;/em&gt;. Aku ketemu dia lagi saat aku sedang menanti. Dia sibuk bercerita tentang dirinya karena kami berpisah saat kami masih di sekolah dasar. Singkat cerita aku begitu panik saat dia bercerita dengan penuh semangat &lt;em&gt;"Sudah kutemukan jodohku. Mama dan Papa akan segera melamarnya dalam seminggu ini. Bulan depan kami akan menikah."&lt;/em&gt; Waduh... Aku jadi teringat cita-citanya. Bisa dibayangkan betapa cerewetnya aku pada temanku itu &lt;em&gt;"Kamu jangan ngecewain dia ya, kamu jaga perasaan dia ya, awasloh kalau dia kenapa-napa. Dia begitu perempuan... bla... bla... bla..."&lt;/em&gt; Temanku bengong dan bilang &lt;em&gt;Non, kamu kan belum ketemu dia. Kok bisa detail gitu sih?..."&lt;/em&gt; Ternyata aku belum siap kalau ada orang dekatku yang berpoligami. Alhamdulillah temanku belum melaksanakan cita-citanya sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan terakhir adalah dengan Abhi. &lt;em&gt;"Bhi..., kamu gak ada rencana nikah lagi???... (Jujur, aku memberanikan diri bertanya itu).&lt;/em&gt; Abhi terdiam sejenak dan menguraikan &lt;em&gt;"Kita kan sedang belajar untuk mengeliminir nafsu kita, biar hanya kehendakNya semata yang berjalan pada kita. Jadi, ya aku akan coba untuk ingat itu dan selalu mengembalikan pada pertanyaan &lt;strong&gt; apakah itu nafsuku atau betul-betul kehendakNya?&lt;/strong&gt; Mungkin akan sulit untuk bisa seadil Nabi, jadi mengapa mengambil jalan yang kita tahu kita tidak bisa melaluinya dengan selamat? Mengapa kamu bertanya hal itu?"&lt;/em&gt; Aku menceritakan percakapan-percakapan ku dengan teman-temanku tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita dihadapkan pada pilihan itu, apa yang harus kita lakukan...? Terserah masing-masing memilih. Aku hanya bisa berharap semoga kehendakNyalah yang berjalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-110955521997979972?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/110955521997979972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=110955521997979972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110955521997979972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110955521997979972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/02/apa-yang-kamu-lakukan-kalau-kamu-jadi.html' title='APA YANG KAMU LAKUKAN KALAU KAMU JADI AKU?'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-110809012485098049</id><published>2005-02-11T09:39:00.000+07:00</published><updated>2005-02-11T09:48:44.853+07:00</updated><title type='text'>30 JANURI 2005</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/widhyara/najframe.txt"vspace="4" hspace="2" width="350" height="214"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dua minggu Najla susah makan dan tidur. Rutinitasnya hanya berbaring dan berbaring. Buku yang selama ini menjadi hiburan yang paling manjur hanya disentuhnya sesekali. Di manapun dia bisa berbaring dia pasti akan berbaring. Tiada gairah. (kok sama ya denganku?...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, Najla menerawang dan agak susah untuk tidur. Dia gelisah, perlahan aku peluk dan ku tanya,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Najla kenapa kok belum bobo?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gak kenapa-kenapa kok, Mi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Najla kangen?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iya, Mi. Najla kangen Opa. Kenapa Opa pulang ke Allah, Mi? Najlakan masih kangen sama Opa?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Perlahan aku mencoba menetapkan hati agar tidak menangis, karena akupun sangat rindukan Beliau)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Najla... sekarang ini Opa di surga Allah. Kalau Najla kangen Opa, Najla doa untuk Opa. InsyaAllah, Opa tahu Najla kangen."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jadi Opa sekarang sudah gak di rumah Surau lagi ya, Mi?"&lt;/em&gt; (Dia selalu menyebut surau kami sebagai rumah surau).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Najla mungkin sudah tidak bisa lagi melihat Opa di rumah surau tapi insyaAllah Najla masih bisa merasakan Opa hadir di mana saja Najla kangen. Asal Najla banyak doa sama Allah untuk Opa."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan dia memejamkan mata dan berbisik &lt;em&gt;"Ya, Allah, Najla kangeeen Opa. Ya Allah, Najla sayang Opa."&lt;/em&gt; ....Amiiiin....&lt;br /&gt;Semoga mimpi indah nak, maafkan Ummi kalau hari-harimu belakangan ini begitu tak berwarna. Maafkan ketidakmampuan Ummi menghalau sedih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun Najla. Semoga apa yang selama ini Opa, Oma dan orang-orang yang menyayangimu doakan setiap bersua denganmu diamini semua hambaNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-110809012485098049?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/110809012485098049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=110809012485098049' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110809012485098049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110809012485098049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/02/30-januri-2005.html' title='30 JANURI 2005'/><author><name>abhirhay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10869270818477713120</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-110602083501745072</id><published>2005-01-18T10:39:00.000+07:00</published><updated>2005-01-18T11:00:35.016+07:00</updated><title type='text'>SABTU, 15 JANUARI 2004</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/13/07/81/13078139/CB058965.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bhi, kok pagi ini hening dan muram sekali ya? Angin tak bercanda dengan ranting-ranting. Awan mendung menggantung. Burung tak terdengar suaranya. Semua diam, ada apa ya Bhi...?"&lt;/em&gt; Abhi tak punya jawaban dan aku kembali mencuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang saat Abhi pergi, suasana sangat terik. Tapi tetap saja tak ada angin ataupun tanda akan hujan. Sepi, senyap hanya ada keluhan orang-orang yang merasa gerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang senja hati ini gelisah, abhi tak ada berita. Aku mencoba menghibur diri tapi tak jua reda. Resah itu semakin nyata tanpa aku tahu apa  yang aku resahkan. Ada apa ini...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Remang malam saat pukul 20.45 gempa menghenyakkan aku dan najla... pertanda apa lagi ini...? Ingatanku kembali menerawang saat-saat dunia akan kehilangan kekasih-kekasih terpuji pada 2000 dan 2001. Satu hari di tahun 2001 seharian hujan turun rintik-rintik hingga saat malam tiba-tiba ada petir tunggal yang menghenyakkan semua. Tahun 2000 ada gempa dengan suasana seperti hari ini dan kami kehilangan untuk pertama kali. Jujur... aku takut.)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najla menangis menanyakan bagaimana nanti Abhinya (mungkin dia teringat tayangan berita gempa dan gelombang tsunami, &lt;em&gt;"maafkan umi ya nak'&lt;/em&gt;). Ku peluk sambil mencoba menenangkan dia atau mencoba menenangkan resah diri...? &lt;em&gt;"Abhi tidak apa-apa, adek doá saja sama Allah untuk keselamatan Abhi ya".&lt;/em&gt; Dia mengangguk sambil mencoba memejamkan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama dia tertidur dalam kegelisahan. Aku mencoba meredakan resahku yang semakin membuatku gundah. Waktu berlalu sangat lama hingga jam 01.00 dini hari, masih belum terdengar tanda-tanda Abhi tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat abhi datang, aku menceritakan gempa dan &lt;em&gt;"gempa"&lt;/em&gt; yang aku alami. Abhi hanya berkomentar, &lt;em&gt;"Semoga tidak ada apa-apa, kita tunggu informasi aja ya dari Beliau".&lt;/em&gt; Abhi masuk dan ternyata... Najla sudah ada di depan kerjaanku yang belum kurapikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Najla kok bangun, kan masih gelap? Bobo lagi yuk..."&lt;br /&gt;"Najla mau belajar ini dulu ya Mi, sambil maem nasi sama telor." &lt;/em&gt;Nah..loh!!!&lt;br /&gt;Setelah selesai prosesi maemnya, Najla mengajak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tidak berapa lama aku tertidur, tiba-tiba... &lt;em&gt;"KKRRRRiiiiiiiiiiiiiiNG"&lt;/em&gt; Dalam satu lompatan aku sudah sampai di pesawat telpon sambil agak ngomel karena aku melihat Abhi sudah ditonton TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telpon kuangkat dan &lt;em&gt;"...Wiiiid, apa yang kita takutkan selama ini sudah terjadi... hiks, hiks. Beliau sudah pulang Wiiiid, kita ditinggal... huuu huuu hiks. Cepat siap-siap ya, mas Ra sudah pulang kan? Kita ketemu di sana, aku dah gak sanggup meneruskan berita ini. Tolong sampaikan ke yang lain ya..." &lt;/em&gt; klik... Senyap... Tahrim sebelum subuh mulai merobek sunyi. Tapi aku merasa senyap...&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-110602083501745072?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/110602083501745072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=110602083501745072' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110602083501745072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110602083501745072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/01/sabtu-15-januari-2004.html' title='SABTU, 15 JANUARI 2004'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-110534837647248912</id><published>2005-01-10T15:47:00.000+07:00</published><updated>2005-01-10T16:22:37.410+07:00</updated><title type='text'>INGIN KU PINJAM SABAR ITU</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/16/63/14166390/N-140-0161.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Januari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kok kamu lama gak nulis?"&lt;/em&gt; Tanya abhi saat aku sedang termenung.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lagi gak ada yang bisa kutulis, kosong aja."&lt;/em&gt; Jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mau kutulis? Aku sendiri gak ngerti kenapa aku begitu blank, kosong bahkan cenderung negatif. Aku hanya bisa termenung tanpa tahu apa yang sedang berkecamuk dalam benakku. Aku kembali suka mengamati hiruk pikuk orang tanpa aku terikut dalam hingar bingar itu. Jika tidak, aku akan teronggok di suatu sudut yang sangat sepi tanpa melakukan apapun.&lt;em&gt; (betapa mengerikan, aku nyaris tidak produktif)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa tidak melakukan apapun yang berarti untuk bekalku nanti dalam setahun kemarin. Seandainya ada yang memujiku karena telah mengajari buah hatiku hingga dia bisa melahap buku dalam usia belum genap tiga tahun, akupun tetap merasa tidak melakukan apapun. Aku lebih merasa kehendakNyalah yang membuatnya bisa seperti itu, sedang aku hanya menemaninya dengan kesabaranku yang tak seberapa. Jadi apa yang harus kubanggakan dari aku. Aku benar-benar nyaris kehilangan Nyala itu.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apa yang kamu ingin? Apa yang bisa membuatmu kembali bersinar?"&lt;/em&gt; tanyamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu yang aku ingin dan terasa begitu sulit untuk kuraih. Aku begitu ingin mendapatkan izinmu untuk kembali berjihad memerangi diriku sendiri di jalanNya yang begitu aku rindukan. Aku ingin bisa merasakan kembali hangat pelukanNya, asyik masyuk berbincang denganNya hingga aku dapat menemukan Nyala itu lagi. Aku ingin ijinmu untuk masuk ke dalam bilik rahasia dan menelikung jiwaku kembali di dalamNya. Bukankah kaupun punya bilik rahasia itu? &lt;em&gt;(dan kitapun berharap buah hati kita pun punya bilik itu nanti).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya, Allah. Hamba betul-betul mengharap keajaiban dariMu hingga hamba mendapatkan ijinMu untuk kembali mesra denganMu. Kembali dapatkan terangMu, sabarMu, ilmuMu dan... kemanjaanku padaMu. Kapankah...? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasihku yang tak terhingga atas izinMu memberiku sedikit waktu dan ruang sepi di antara riuh rendah dan kebisingan yang begitu sering melingkupku. Tapi maafkan aku kalau aku betul-betul ingin waktu dan ruang khusus untuk merasakan sepi yang bening denganMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aku Kau pinjamkan sabarMu yang tak bertepi untuk tetap menanti saat itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-110534837647248912?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/110534837647248912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=110534837647248912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110534837647248912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110534837647248912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/01/ingin-ku-pinjam-sabar-itu.html' title='INGIN KU PINJAM SABAR ITU'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-110482735703937495</id><published>2005-01-04T15:08:00.000+07:00</published><updated>2005-01-04T15:49:02.916+07:00</updated><title type='text'>RELUNG RENUNGAN</title><content type='html'>&lt;em&gt;bagian ke (vi) dan terakhir dari (vi) tulisan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/13/00/22/13002291/LAN-04BK050-001.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masuk ruangan, seluruh perhatianku langsung terserap ke satu titik, &lt;em&gt;Papa&lt;/em&gt;. Tak ada kata yang bisa mengungkapkan semua perasaan yang bercampur aduk waktu itu. Air mata menitik saat aku bersimpuh dan memohon ridhonya untukku. Aku hanya bisa berbisik dalam hati &lt;em&gt;maafkan wied ya Pa, wied udah banyak nyusahin Papa. Saat Papa sakitpun wied tak bisa bantu apa-apa&lt;/em&gt;. Air mataku semakin deras mengalir saat beliau hanya bilang &lt;em&gt;Saya tidak sakit&lt;/em&gt; dan memandangku dengan kasih setelah sebelumnya mengusap kepala Najla, seperti biasanya. Subhanallah... Betapa sabar Papa menanggung sakitnya. Dalam isakku aku berbisik pula &lt;em&gt;Ya Allah, begitu ingin aku bersimpuh di depan Papa tapi aku tercabik-cabik melihat keadaan Papa yang dengan ijinNya menerima salam kami dengan duduk.&lt;/em&gt; (Saat sehat, beliau tak pernah mengijinkan kami anak-anaknya untuk bersimpuh di depannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai dengan Papa, aku berdiri dan langsung dipeluk Mama. Aku sudah tak bisa lagi menahan tangisku. Tangisku tumpah, meluap dan tak terbendung hingga aku dipeluk dengan sangat erat saat sampai di depan adik Mama. Giliran selanjutnya aku sudah tak bisa lagi mengucapkan &lt;em&gt;maaf lahir batin&lt;/em&gt;, pandanganku sudah kabur dan ingin segera berlari dari kerumunan orang. Aku ingin menuntaskan tangisku tanpa lebih banyak lagi orang yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, andai aku yang Kau coba seperti itu, mungkin aku takkan bisa sesabar Papa. Dalam sakitnya pun Papa masih berdoa untuk kami, men&lt;em&gt;support&lt;/em&gt; kami dan meyakinkan kami bahwa Beliau baik-baik saja. Papa memang tak pernah mengijinkan kami menangis untuk beliau. Beliau hanya menginginkan tangis, dan semua laku kami hanya untukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks Pap, untuk semua kasih yang Papa beri untuk kami.&lt;br /&gt;Ya Allah, semoga Kasih dan SayangMu terlimpahkan untuk Papa dan keluarganya. Seperti Kasih dan SayangMu untuk para kekasihMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-110482735703937495?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/110482735703937495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=110482735703937495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110482735703937495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110482735703937495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2005/01/relung-renungan.html' title='RELUNG RENUNGAN'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-110024305802537358</id><published>2004-11-12T13:31:00.000+07:00</published><updated>2004-11-12T14:12:09.683+07:00</updated><title type='text'>TELAH TUNAI RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.surabaya.indo.net.id/ucapan/images/id5.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Engkaukah itu yang tergugu&lt;br /&gt;Di ambang jendela dibelai cahaya pagi&lt;br /&gt;Tersedu melagu disela gemuruh takbir&lt;br /&gt;Bibirmu bergetar melafal dzikir&lt;br /&gt;Allah...Allah...Allah...&lt;br /&gt;Telahkah tunai ramadhanku&lt;br /&gt;Sudahkah kemenangan itu berhak atasku&lt;br /&gt;Keluhmu kelu jatuh satu-satu&lt;br /&gt;Bersama butiran air matamu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat Iedul Fitri&lt;br /&gt;Taqobbalallaahu minna waminkum&lt;br /&gt;Taqobbal yaa kariem&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Menghaturkan maaf untuk sekerat hati yang larat dengan karat&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semoga ridhaNya hadir pada tiap denyut hati kita &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; UmmieWied+AbhiRhay=Najla&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-110024305802537358?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/110024305802537358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=110024305802537358' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110024305802537358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110024305802537358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/11/telah-tunai-ramadhan.html' title='TELAH TUNAI RAMADHAN'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-110015033426881250</id><published>2004-11-11T11:40:00.000+07:00</published><updated>2004-11-11T12:35:36.283+07:00</updated><title type='text'>RELUNG RENUNGAN</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/77/26/14772653/CRB002630.jpg"vspace="4" hspace="2" width="98" height="138"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maafkanku teman, kalau kisahmu kutulis untuk mengingatkanku betapa aku juga bebal kalau tak semakin dekat denganNya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Aku harus ke mana??? Aku harus gimana??? Aku nggak punya siapa-siapa di sini"&lt;/em&gt;. Begitu keluh yang diucapkan di sela isak tangisnya. Sedang aku hanya bisa tercekat tanpa bisa menjawab semua pertanyaannya walau hatiku sudah ribut menjawab. Kelu lidahku melihat keputusasaannya. &lt;em&gt;(Aduuuh... Kamu kan punya Dia temanku, mengapa Dia diabaikan saat kamu sedang sempit begini...???  Mohonlah padaNya, bertanyalah padaNya...!!!! Begitu protes hatiku yang tidak dapat tersuarakan).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini aku belum dapat berkomunikasi lagi dengannya. Aku hanya dapat berharap semoga dia diijinkan untuk kembali pulang ke rumahNya tempat dia dan aku bersua pertama dulu. Tempat kami saling mengasihi dan menguatkan karenaNya. Tempat yang terindah yang pernah kutemui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ii)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ada berita, Oom sudah kembali awal oktober lalu. Aku sudah telpon Tante, kita diharapkan datang besok"&lt;/em&gt;. Berita yang dibawa Abhi saat kami selesai berbuka di awal ramadhan begitu mengejutkanku - walau aku sudah pernah mengutarakan kegundahanku melihat kondisi Oom pada Abhi Agustus lalu. Ingatanku mengembara kembali saat aku kelas satu SMA. Pertama kali bertemu keluarga Oom dan Tante. Oom sangat sedikit bicara tapi aku tahu beliau sangat sayang pada keluarganya, termasuk aku. Tidak banyak yang Oom pesan untukku, tapi pesan yang selalu aku ingat adalah &lt;em&gt;"Papamu sebetulnya bangga dan sayang padamu, tapi pahamilah keterbatasannya dalam mengungkapkan perasaan itu padamu. Jangan terlalu banyak menuntut darinya, kamu akan lebih bahagia dengan apa yang kamu usahakan sendiri nanti bersama keluargamu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku bertemu lagi dengan Tante, aku menyimpan tangisku dalam kekagumanku pada Tante. Beliau telah ridha akan kehendakNya. Tak ada air mata, yang ada hanya luapan kasih yang membuncah untuk Oom.&lt;em&gt;"Oom sudah senang di sana Wied, Tante senang saat-saat akhir Oom damai. Tante sudah cukup diberiNya kesempatan berbahagia dengan Oom. Jangan sedih ya"&lt;/em&gt; - semoga aku bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(iii)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mbak..., aku kangen sekali sama Papa. Aku pingin banget ketemu lagi sama Papa walau cuma lewat mimpi. Bisa nggak ya Mbak...???"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kalau kamu sayang Papa, banyak doa untuk Papa. Buat Papa bangga dengan banyak beribadah. Apapun bisa kamu jadikan sebagai ibadah. Studimu, keluargamu nanti dan kehidupanmu. Itu tabungan Papa dari kamu - juga tabunganmu"&lt;em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Memang Papa bisa lihat kita mbak?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Insyaallah..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bisa nggak ya aku ketemu Papa lagi, mbak?..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Banyak doa aja ya non, jangan bebani Papa dengan hal-hal yang bukan lagi urusan Papa. Jangan kayak mbak dulu...?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Memang kenapa mbak?...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Percakapan kecil itu mengingatkanku akan Eyang putri. Eyang pulang saat aku masih SMP. Aku cucu kesayangannya. Aku sangat tergantung padanya. Umur enam bulan aku mulai diasuhnya. Aku akan demam kalau aku dipisahkan dari Eyang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Eyang berpulang, beliau sempat menitip pesan pada banyak orang untuk menjagaku - itu aku tahu setelah aku besar. Yang aku tahu setiap aku sedih atau berbeda pendapat dengan Papa atau Mama, Eyang selalu datang menengokku dalam mimpi. Eyang akan duduk di kursi itu dan aku meletakkan kepalaku di pangkuannya. Atau aku berkunjung ke rumah mungil Eyang yang berjendela lengkung dan tak berpintu.  Bahkan pernah aku bermimpi bersua beliau dalam mimpi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi itu berlangsung sampai aku berumur duapuluhan. Saat  terakhir itu beliau hanya berpesan  &lt;em&gt;"Kamu sudah besar, Eyang sudah nggak kuat lagi. Baik-baik ya"&lt;/em&gt;.  Beliau mengengokku lagi saat aku kenal dengan Abhi, beliau hanya tersenyum dan menghilang. Kasihnya sangat besar untukku, sedangku belum cukup membalasnya. Maafkan aku Eyang. Semoga Eyang bahagia di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(iv) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kenapa dia dikasih sakit seperti itu sih mbak...??? dia kan baik banget."&lt;br /&gt;"Hidupku kok susah melulu sih non, rasanya untuk bernapaspun sulit."&lt;br /&gt;"Aku dulu sangat kaya, tapi aku sekarang gak punya apa-apa... Orang-orang mencibirku, mencelaku. Kok nggak ada habisnya ya cobaan untukku."&lt;br /&gt;"Bl...bla...bla..."&lt;/em&gt;. Begitu mereka bercerita padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobaan, sakit atau apapun yang menurut kita pahit sebenarnya adalah penawarNya. Sadar atau tidak kita sering melakukan kesalahan. Agak sulit memang mengucap Alhamdulillah di saat kita merasakan kepahitan. Tapi itu lebih baik dari pada kita mengecap kepahitan itu dalam waktu yang tak terhingga, nanti!! &lt;em&gt;(semoga kita selalu mendapat pengampunanNya)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(v)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita menyisihkan sebagian kecil rizki di jalanNya, apa yang kita pikirkan??? Adakah patut kita berpamrih padaNya? Sedang kita sudah diberi banyak kenikmatan yang kita sendiripun tak mampu membilangnya satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-110015033426881250?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/110015033426881250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=110015033426881250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110015033426881250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/110015033426881250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/11/relung-renungan.html' title='RELUNG RENUNGAN'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109954482170027540</id><published>2004-11-04T11:28:00.000+07:00</published><updated>2004-11-05T19:30:05.306+07:00</updated><title type='text'>SUNYI TAPI TAK SENDIRI - 3</title><content type='html'>&lt;em&gt;*)ujung terakhir tiga tulisan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/12/90/85/12908537/LAN-06CK005-001.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini kerinduanku begitu memuncak untuk dapat berdua-dua denganNya. Terkadang kerinduan itu berubah menjadi gundah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"...duh Gusti..., dalem mohon izin untuk dapat sowan lagi..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Egoiskah aku kalau aku ingin hanya berdua denganNya sebentar..... saja. Maafkan aku... Bukan aku tak senang bersama kalian wahai pendar hatiku, tapi ingin aku  bertemu dengan Kekasih hati. Bolehkah aku menemuiNya. Aku sudah sampai di puncak rindu yang aku tahu harus kutumpahkan ke mana."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ya Allah, puncak segala rinduku. Betapa rinduku dengan rahimMu. Betapa aku ingin melupakan sejenak duniaMu agar aku dapat hanya mengingatMu. Hingga tak ada hijab yang menghalangi aku menghanya padaMu Ya Allah."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mohon ampun ya Allah... kalau aku begitu menginginkan dapat berjumpa denganMu. Hanya Mu.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109954482170027540?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109954482170027540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109954482170027540' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109954482170027540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109954482170027540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/11/sunyi-tapi-tak-sendiri-3.html' title='SUNYI TAPI TAK SENDIRI - 3'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109954246734507100</id><published>2004-11-04T10:09:00.000+07:00</published><updated>2004-11-05T13:23:06.096+07:00</updated><title type='text'>SUNYI TAPI TAK SENDIRI - 2</title><content type='html'>&lt;em&gt;*)paruh kedua dari tiga tulisan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/66/89/14668977/QU003215.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku mulai dizinkanNya meniti jalan sunyi, aku punya tempat untuk bermanja dan menangis padaNya. Saat aku rindu dan gundah aku akan segera berkemas dan bergegas ke tempatNya. Kutumpahkan semua gundah dan kupuaskan segenap rindu. Kadang menitik air mata saat aku diizinkan untuk bersua  dan  melepas rindu padaNya. Tak terkira nikmat yang kudapat, melebihi nikmat yang kurasakan saat aku di kebun dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109954246734507100?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109954246734507100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109954246734507100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109954246734507100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109954246734507100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/11/sunyi-tapi-tak-sendiri-2.html' title='SUNYI TAPI TAK SENDIRI - 2'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109953633751918277</id><published>2004-11-04T09:35:00.000+07:00</published><updated>2004-11-04T09:54:59.513+07:00</updated><title type='text'>SUNYI TAPI TAK SENDIRI - 1</title><content type='html'>&lt;em&gt;*)penggal pertama dari tiga tulisan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/12/82/42/12824211/FX001028.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku suka pergi ke kebun kalau ingin menyendiri, saat aku bosan dengan hiruk pikuk dan basa-basi. Tempatnya agak sulit dijangkau karena terletak di lereng bukit. Hanya satu atau dua ojek yang berani mengantarku ke atas saat malam hari. Karena sering terjadi hal-hal &lt;em&gt;aneh&lt;/em&gt; kata mereka. Alhamdulillah aku tak pernah bersua hal-hal &lt;em&gt;aneh&lt;/em&gt; itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas dimulai saat mentari mulai menampakkan wajahnya. Selesai sarapan aku bersiap untuk turun ke &lt;em&gt;nursery&lt;/em&gt;. Aku sering berpapasan dengan pencari rebung. Mereka menuntun sepedanya melewati jalan setapak di depan penginapanku. Kalau dilihat dari &lt;em&gt;nursery&lt;/em&gt; mereka seperti ular yang merayap naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istirahat siang adalah saat yang paling menyenangkan. Saat berbagi bekal dengan mereka atau lebih tepatnya mereka menyisihkan sedikit bekal mereka untukku dan seniorku yang ganteng tapi perempuan - &lt;em&gt;kami berdua suka bercanda berlomba menjadi siapa yang paling gagah di antara kami&lt;/em&gt;. Sorenya kami naik kembali ke penginapan bersamaan dengan para pencari rebung turun dan pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa aku begitu senang melewatkan waktu bersama mereka. Kesederhanaan mereka bersahaja. Perhatian dan sayang mereka tulus. Saat aku sakit didera demam tinggi dari pukul 4 sore sampai 4 pagi, ada gadis kecil yang jaga dan menangis untukku. Waktu itu akhir pekan dan tak ada orang di kantor atas. Hanya aku, seorang teman dan gadis kecil yang ingin melewatkan waktu bersama kami. Sambil menitikkan air mata dia mengganti kompres di dahiku. Air matanya semakin deras mengalir saat aku bilang &lt;em&gt;"kok nangis sih, kan mbak gak apa-apa?"&lt;/em&gt; Dia langsung memelukku yang terbaring tak berdaya sambil berkata &lt;em&gt;"mbak... cepat sembuh donk..."&lt;/em&gt; Dia benar-benar tidak tidur hanya untuk menjagaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109953633751918277?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109953633751918277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109953633751918277' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109953633751918277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109953633751918277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/11/sunyi-tapi-tak-sendiri-1.html' title='SUNYI TAPI TAK SENDIRI - 1'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109928017410077834</id><published>2004-11-01T10:08:00.000+07:00</published><updated>2004-11-01T10:50:22.093+07:00</updated><title type='text'>BILAKAH SAAT ITU TIBA</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/11/60/59/11605914/CB030308.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja ini aku diijinkan pulang ke rumahNya.&lt;br /&gt;Menginjakkan kaki di beranda itu, mencium bau surga yang ditebarkan para salik dari balik pintu yang masih tertutup.&lt;br /&gt;Saat adzan maghrib memanggil, pintu itu terbuka.&lt;br /&gt;Akupun diperkenankan untuk bersua dengan putri kekasihNya.&lt;br /&gt;Dan menghirup sisa bau surgaNya yang masih tertinggal.&lt;br /&gt;Tak terlukiskan berjuta rasa yang berkecamuk dalam hatiku. Aku hanya bisa berkata; "&lt;em&gt;wied kangen....."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Saat aku betul-betul diijinkan menghadapNya, luruh semua rasa yang ada.&lt;br /&gt;Tak tertahan membanjir air mata, saat sang imam mulai melantunkan ayat-ayatNya.&lt;br /&gt;Aku tergugu, dalam berdiriku, dalam dudukku dan dalam sujudku.&lt;br /&gt;Aku bersujud di depanMu. Aku rindukan saat-saat ini ya Allah.&lt;br /&gt;Aku merindukan dapat kembali menelikung jiwa di dalam pelukMu.&lt;br /&gt;Bergayut manja dan merindu dapat bersua denganMu dari dalam bilik rahasia berdinding perca putih.&lt;br /&gt;Bilakah saat itu Kau ijinkan kembali kumiliki ya Allah.....&lt;br /&gt;Aku rindu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109928017410077834?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109928017410077834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109928017410077834' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109928017410077834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109928017410077834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/11/bilakah-saat-itu-tiba.html' title='BILAKAH SAAT ITU TIBA'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109878141878057806</id><published>2004-10-26T15:12:00.000+07:00</published><updated>2004-10-26T16:03:38.780+07:00</updated><title type='text'>MENGERAT ANGAN-ANGAN</title><content type='html'>&lt;img src="http://cache.corbis.com/CorbisImage/thumb/14/15/82/14158276/AB-023-0116.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jangan panjang angan-angan, pun itu adalah angan untuk kebaikan&lt;/em&gt;. Begitu pesan Beliau setiap kami ingin pulang tetirah. Saat kami dijinkanNya sejenak melepaskan diri dari rutinitas keduniawian. Hanya berdua-dua denganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan terbesar adalah saat angan kita berkelana tak terikat. Dia merambah seperti udara yang menempati segala ruang kosong dan akhirnya tak menyisakan sedikit tempat untukNya. KehendakNya tak berjalan karena kita terlalu sibuk dengan beragam kehendak dan ketakutan akan tak terpenuhinya kehendak sendiri. Kecewa, pasti itu yang kita dapat dan kita mulai disibukkan dengan &lt;em&gt;salah siapa???...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan terbesar adalah saat kita dengan sadar melakukan dosa karena menurutkan kehendak sendiri. Saat perhatianNya datang dalam bentuk menyempitkan segala ruang gerak kita agar tak lagi bisa lakukan dosa. Bisakah kita menghilangkan malu yang demikian besar untuk mengaku dosa dan berserah hanya padaNya, ataukah kita akan semakin berpaling dariNya???...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semoga saja kita selalu dipinjami kekuatan untuk selalu dekat dan berserah pada kehendakNya, hingga kita dapat kembali kepadaNya dalam keadaan ridha dan diridhaiNya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ii)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lain Beliau berpesan &lt;em&gt;Jika engkau tak ridha dengan qadha dan qadarNya untukmu, carilah Tuhan yang lain.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali saat kita merasa terhimpit, kita semakin mempersempit peluang untuk keluar dari himpitan yang kita buat sendiri. Kita sibuk berkeluh kesah, mencari kesalahan pada yang lain bahkan terkadang Dia disalahkan karena tidak adil pada diri kita. Tak terbersit sedikitpun dalam benak kita yang bebal, himpitan itu terjadi karena kelalaian kita padaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak pernah mau belajar untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang dilakukan tanpa ijin dan kehendakNya. Rambu-rambuNya sangat jelas, jadi mengapa kita harus mengambil jalan yang menikung??? Jangan salahkanNya kalau kita semakin jauh dari rumahNya tempat kita seharusnya pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semoga Allah berkenan mengampuni kebebalan kita dan mengijinkan kita untuk tetap di dalam bentengNya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109878141878057806?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109878141878057806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109878141878057806' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109878141878057806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109878141878057806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/10/mengerat-angan-angan.html' title='MENGERAT ANGAN-ANGAN'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109443977226626416</id><published>2004-09-06T09:51:00.000+07:00</published><updated>2004-09-09T10:53:23.470+07:00</updated><title type='text'>ADA NYANYI MALAIKAT</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/rhay31/family.txt"vspace="4" hspace="2" width="150" height="120"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~i~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama bertemu keluarga tante saat aku masih es em a di NAD dan anak tante baru tiga. Bertemu lagi saat aku kuliah di kota apel dan anak tante sudah lima. Apakah ada perubahan dari tante...??? Tante tetap energik seperti dulu dan tetap menjadi tempat curhatku, anak-anaknya + semua teman anak-anaknya. Entah kenapa hampir semua teman lelaki dari aku SMA sampai kuliah dan lulus sarjana tanpa sengaja harus lewat &lt;em&gt;screening&lt;/em&gt; tanteku ini. Akhirnya hanya tinggal teman kost abhi, abhi dan aku yang masih mendengar petuah dari tanteku tercintaku. Petuah yang paling aku ingat adalah &lt;em&gt;jangan lupa beramal. Kalau kalian nanti berkeluarga peliharalah greget cinta kalian. Tante walau sudah beranak lima, tapi kalau jalan berdua sama Oom masih terasa loh getar-getar seperti waktu pacaran dulu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ii~	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2000, mendekati akhir tetirahku di &lt;em&gt;jalan sunyi&lt;/em&gt; aku dipertemukan dengan tante yang masih terlihat cantik walau sudah menjelang senja. Tutur kata dan tindak tanduknya santun, khas priyayi jawa. Yang paling berkesan adalah saat tanpa sengaja aku melihatnya tersipu malu saat beliau bersirobok pandang dengan oom yang menatapnya dengan penuh rindu (nyaris sepekan beliau berdua tak bersua). &lt;em&gt;Apa rahasia pendar-pendar itu selalu ada tante?&lt;/em&gt; tanyaku perlahan. Dengan tersipu tante menjawab &lt;em&gt;cintailah apa adanya dia mbak, hanya itu. insyaAllah cinta itu akan semakin bertambah dengan semakin matangnya usia kalian berdua.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~iii~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai 1999 aku diperkenankan dekat dan lebih kenal dengan &lt;em&gt;papa&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;mama&lt;/em&gt;. Beliau mempunyai dua putra yang bersahaja. Beliau berdua jarang terlihat bersama karena tugas, begitupun kedua putranya. Tapi apakah yang membuat aku dan orang-orang disekitar Beliau sekeluarga dapat merasakan kuatnya ikatan cinta diantara mereka???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih sering bertemu dengan kedua tanteku ini dan aku masih merasakan kuatnya cinta yang melingkupi kehidupan beliau berdua. Begitupun dengan &lt;em&gt;papa&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;mama&lt;/em&gt;. Semakin hari aku dan abhi semakin merasakan besarnya cinta yang melingkup kehidupan Beliau berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kisah di atas tanpa sengaja teringat kembali ketika aku melihat dan mendengar banyak yang kecewa dan nyaris putus asa dengan kebidupan pernikahan mereka. Bahkan pada acara talk show sebuah radio ada yang sharing kalau nikah itu enaknya cuma 30% sedang sisanya &lt;em&gt;kepala pusing&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu temanku pernah bertanya &lt;em&gt;kalau toh dulu cinta kenapa harus ada yang pisah ya?&lt;/em&gt; Akupun sempat bingung dan takut dengan kenyataan-kenyataan itu. &lt;em&gt;Apa yang salah dengan cinta mereka kalau akhirnya harus pisah? Apa yang mereka lihat saat mereka bilang aku cintakan mu kalau di kemudian hari cinta itu pudar?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih juga kalau teman-teman sekitar kita belum bisa merasakan nikmatnya sebuah perkawinan. Mengapa Rasulullah menganjurkan bahkan mengharuskan umatnya menikah. Karena pernikahan itu sendiri adalah ibadah. Setiap tetes keringat yang dikeluarkan dalam bingkai pernikahan tidaklah percuma. Ada nyanyi malaikat di setiap gerak yang dilakukan hingga penat pun hilang berganti nikmat oleh karuniaNya yang mengguyur dengan deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saat hati kita diajari untuk dapat mencintaiNya dengan sepenuh hati. Maka hati itupun akan mencintai apa-apa saja yang diamanahkan-Nya dengan sepenuh hati. Karena hati kita yang kecil itu sesungguhnya sangat luas dan tak berbatas oleh apapun. Hati kita akan sanggup mencintai suami, istri, anak-anak dan orang-orang disekitar kita disaat hati kita hanya tertuju pada cintaNya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa terimakasih tak terhingga pada &lt;em&gt;Ayah&lt;/em&gt; yang mengajari hatiku hanya mencintaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you Allah yang mengijinkan aku untuk bertemu dengan kekasih-kekasihNya yang begitu bersahaja dalam mencintai-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Qta semua dapat mencintaiNya dengan sepenuh hati dan tidak takut menanti saat pertemuan dengan kekasih abadi... Allah. Semoga Qta semua termasuk hamba-hambaNya yang diijinkan untuk kembali padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109443977226626416?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109443977226626416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109443977226626416' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109443977226626416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109443977226626416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/09/ada-nyanyi-malaikat.html' title='ADA NYANYI MALAIKAT'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109332353772631264</id><published>2004-08-24T11:35:00.000+07:00</published><updated>2004-09-06T10:27:01.143+07:00</updated><title type='text'>BUAT ADIKKU</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/rhay31/window.txt"vspace="4" hspace="2" width="150" height="147"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;BUAT ADIKKU&lt;br /&gt;(10-9-1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Alloh...&lt;br /&gt;Bila Alif ba ta adikku masih terbata-bata&lt;br /&gt;Aku mohon ke-Mahapemurahan-Mu&lt;br /&gt;Yaa Alloh&lt;br /&gt;Bila Alif ba ta adikku masih sengau dan sumbang&lt;br /&gt;Aku mohon ke-Mahapengampunan-Mu&lt;br /&gt;Yaa Alloh&lt;br /&gt;Bila Alif ba ta adikku masih jauh dari fasih&lt;br /&gt;Aku mohon ke-Mahamengertian-Mu&lt;br /&gt;Yaa Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hidup adikku adalah lembaran mushaf&lt;br /&gt;Yang Kau bentangkan&lt;br /&gt;Yaa Alloh&lt;br /&gt;Kasihilah bila ia salah mengeja dan mengajinya&lt;br /&gt;Sebab yang ditujunya hanyalah&lt;br /&gt;Ridho-Mu... Yaa Alloh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Duapuluh tujuh lebih Satu)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi pertama yang abhi beri untukku, 3 bulan setelah sua pertama. Mengingatkanku akan pelajaran pertama yang selalu ku ikhtiarkan menjadi awal setiap lakuku. &lt;em&gt;Illahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi&lt;/em&gt; begitu pesan Beliau  padaku, abhi dan anak-anak murid Beliau lainnya. Singkat tapi memaknai hidup kami selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pesan yang selalu kuingat saat aku akan berdoa. &lt;em&gt;Jangan terlalu banyak meminta, cukupkanlah ridhoNya saja untukmu karena itu sudah mencakup semuanya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pesan-pesan itu dulu begitu mudah kulakukan karena hanya ada aku dan Nya. Begitu banyak waktuku untuk bermanja dan berbincang denganNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat doaku &lt;em&gt;dengan ridhoMu aku ingin ada yang menantiku di rumah saat aku kembali dari tetirahku&lt;/em&gt; dikabulkanNya. Mulai terasa sulitnya melafazkan &lt;em&gt;Illahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi&lt;/em&gt; dalam hidupku dan doaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin gadis kecilku besar semakin banyak yang kuinginkan untuknya. Aku seakan lupa dia milikNya dan hanya Dia yang tahu apa yang terbaik untuknya. Jadi mengapa aku begitu menginginkan banyak hal untuknya. Aku ingin dia mempunyai banyak buku. Aku ingin dia mempunyai mainan yang teman-temannya juga punya. Aku ingin dia lebih mahir dariku dalam segala hal dan bersekolah di sekolah yang dapat menampung segala keinginan dan aktifitas dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu keibuanku nyaris menjerumuskanku dan menjauhkanku dari apa yang selama ini Beliau ajarkan pada kami. Sedangkan Beliau sendiri mencontohkan kesederhanaan dalam menempa putra-putri Beliau sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... Alloh ku mohon ridhoMu untuk kami agar kami dapat mengerti akan laku kami dalam mengemban amanah terindahMu. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109332353772631264?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109332353772631264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109332353772631264' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109332353772631264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109332353772631264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/08/buat-adikku.html' title='BUAT ADIKKU'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109159578716764500</id><published>2004-08-04T11:59:00.000+07:00</published><updated>2004-09-06T10:22:51.416+07:00</updated><title type='text'>DOAKU</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/rhay31/doa.txt"vspace="4" hspace="2" width="84" height="113"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku membaca kliping Koran tentang kejahatan rumahtangga terhadap perempuan dan anak, aku begitu tercekat. Tak sengaja pula telingaku mendengar cerita penyiar radio tentang kekerasan seksual yang menimpa dua orang anak saat ikut mobil antar jemput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa rentannya perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak. Aku terbayang permata kecilku yang sedang melonjak-lonjak ke sana kemari. Siapakah yang akan menjagamu manusia kecilku. Sanggupkah aku selalu dan selalu mengiringi langkahmu menjelajah dunia bila saat itu tiba? Mampukah aku mengelakkan segala bahaya yang begitu lekat mengancam keceriaanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, begitu lemahnya aku. Apa dayaku tanpaMu ya Allah. Hanya Engkau yang sanggup mengenyahkan segala was-was yang ada dalam diri. Manusia kecil ini milikMu, keceriaannyapun hanya milikMu. Hanya Engkau yang sanggup merengkuhnya, memeluknya dan menghindarkannya dari apa saja yang dapat membuatnya jauh dariMu  ya Allah. Semoga dia dapat selalu bersandar dan bergayut manja hanya padaMu ya Allah."&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109159578716764500?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109159578716764500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109159578716764500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109159578716764500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109159578716764500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/08/doaku.html' title='DOAKU'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109099171239255755</id><published>2004-07-28T11:23:00.000+07:00</published><updated>2004-07-28T12:15:12.393+07:00</updated><title type='text'>UMMI, AKU PUNYA BAPAK!</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/widhyara/putri.txt"vspace="4" hspace="2" width="90" height="110"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ummi, aku punya bapak!?! Tadi bapak datang ke rumahku, tapi bapak kerja lagi..."&lt;br /&gt;Dengan terbata dia menjelaskan padaku setelah sekian lama terkulai lemah dalam pelukanku. Kembali pendar-pendar kelabu bermain di pelupuk mata, saat air mata menitik melihat kanak kecil memegang balon beriring bersama ayah bunda. Saat aku begitu marah dengan apa yang menjadi bagianku. Nyaris gugat kuteriakkan &lt;em&gt;mengapa aku tak bisa seperti mereka!!!!!&lt;/em&gt; dan secarik kain terulur menghapus air mata yang semakin deras mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ummi, adik sedang main apa?..."&lt;br /&gt;Tergagap aku memutus kenangan masa silam.&lt;br /&gt;"Main ya sama adik..."&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(berlari dan lepaskan kepenatan yang seharusnya tak jadi bebanmu gadis kecil, tertawalah... karena itulah duniamu..." terucap harap dalam hati)&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;"Sebentar ummi..."&lt;br /&gt;Dan dia masih erat mengenggam tangan, sedang gadis kecilku seperti galibnya sudah berlari kesana kemari dengan riangnya. &lt;br /&gt;Kubiarkan sejenak dia menata hati dan memanggil gadis kecilku untuk mengajaknya menjelajah pelangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun lalu dia berada di mayapada hanya berteman bunda dan dua kanda. Berempat mereka mencoba menata kepingan-kepingan hati yang retak. Saat mereka hampir usai, kembali datang prahara yang melepaskan rekatan-rekatan hati yang tak lagi sempurna. Dan aku hanya termangu tanpa bisa berkata melihat gadis kecil itu terduduk kelu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang salah saat rindu begitu membuncah untuk bersua permata-permata mungil penghias hati, begitu jawab si bapak. Waktunya yang tak tepat, elak bunda. Mereka bersikukuh dengan egonya, sedang ketiga permata mungil ini semakin redup diantara pendar-pendar kerinduan untuk selalu bersama lagi. Mungkinkah...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai bisa memilih, mungkin mereka ingin kehidupan lain yang lebih baik. Kehidupan dengan ayah dan bunda yang mengiring langkah mereka. Kehidupan yang penuh kasih. Kehidupan yang mengijinkan mereka meninabobokkan jiwa yang lelah dalam dekapan erat ayah dan bunda. Hingga mereka mampu berdiri kokoh menyongsong masa depan di bawah relung pelangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai..., dan aku bersyukur diijinkan menemukan rahimNya untuk menelekung jiwaku yang tak berujud rupa. Menata puing hati yang terserak dengan kasihNya. Meniti langkah untuk dapat kembali padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga mereka mengerti, kasihNya lah yang menempa mereka untuk lebih kuat dari teman mereka lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109099171239255755?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109099171239255755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109099171239255755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109099171239255755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109099171239255755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/07/ummi-aku-punya-bapak.html' title='UMMI, AKU PUNYA BAPAK!'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-109022507181978198</id><published>2004-07-19T14:56:00.000+07:00</published><updated>2004-07-19T16:30:09.186+07:00</updated><title type='text'>RINDU</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/widhyara/dew.txt"vspace="4" hspace="2" width="125" height="85"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Datanglah... oh Kekasih..., dekap aku erat-erat..." Sepotong lagu Iwan Fals terngiang kembali. Lagu yang sering kunyanyikan, dahulu saat masih suka ngamen-ngamenan. Namun kini berbeda maknanya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;"Bhi..., aku kangen Beliau. Aku kangeeeen sekali. Sudah tibakah saatnya Bhi...? Aku masih belum puas &lt;em&gt;bermanja-manja&lt;/em&gt; Bhi. Aku masih ingin bersama Beliau, Bhi. Tapi aku juga tidak pingin egois pada Beliau, Bhi. Aku kangen." Dan Abhi hanya tersenyum mendengar gugatku. &lt;br /&gt;"Berdoalah untuk Beliau. Jangan bebani Beliau. Tugas Beliau teramat banyak". Hanya itu jawab Abhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali terbayang sosok yang tegap dan gagah. Sosok yang tegas, disiplin tapi sangat penuh kasih dengan caranya sendiri. Tak banyak orang tahu cara Beliau mengasihi semua anak-anaknya. Aku pun dulu takut dan segan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sua pertama yang tak terlupakan dengan Beliau. Saat Beliau tergelak mendengar jawabku saat ditanya "Ada apa...? Mau minta jodoh...?" Dan aku dengan wajah malu-malu hanya bisa menjawab, "Sebetulnya maksud saya hanya ingin menyampaikan salam, tapi berhubung ditanya... yaaa... bolehlah". Kilahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sua ke dua yang merubah sapaku saat Beliau bertanya "kapan kamu pulang...?". Dengan tergagap aku menjawab "insyaAllah segera sehabis itikaf...". Tak terasa hampir sebulan aku tidak pulang ke rumah dan mungkin akan lebih lama. Tumbuh rasa hormat yang lain saat Beliau mengingatkanku tanpa harus menghakimiku. Beliau menjadi &lt;em&gt;Ayahku&lt;/em&gt; dalam diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sua ke tiga membuat aku sayang dan hormat pada Beliau. Saat itu hujan rintik dan aku bersikeras untuk mengambil jalan yang akan Beliau lalui. Aku gundah dan ingin sekali bertemu, walau hanya melihat mobil Beliau lewat (mungkin aku ngidam... he... he...).  Tiba-tiba iring-iringan mobil Beliau berhenti dan dari balik kaca mobil Beliau berkata "naik mobil belakang..." setelah sebelumnya sopir beliau turun dan menyampaikan pesannya. Di dalam mobil aku hanya nyengir bandel dan bilang "biarin..., orang aku kangen kok..." saat Abhi bilang "kamu kok gak mau lewat jalan lain sih...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sua ke empat aku semakin manja dan sayang. Aku diajak Beliau berkeliling melihat persiapan pesta pernikahan sulungnya. Waktu itu aku seperti anak kecil yang melonjak-lonjak kegirangan disamping ayahnya. Lucu deh..., bayangkan... aku yang sedang hamil besar berjalan sambil sesekali melonjak. He he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sua selanjutnya... giliran Najla yang selalu dan selalu ingin berjumpa &lt;em&gt;Opanya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Abhi pun berkata..."Gak jauh beda deh tingkahnya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Papa selalu dalam lindungan, kasih dan ridhoNya. Aaammiiiinnnn...&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-109022507181978198?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/109022507181978198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=109022507181978198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109022507181978198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/109022507181978198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/07/rindu.html' title='RINDU'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-108907807426848727</id><published>2004-07-06T08:32:00.000+07:00</published><updated>2004-07-06T08:41:14.266+07:00</updated><title type='text'>LELAKI BAIK</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/widhyara/art.txt"vspace="4" hspace="2" width="75" height="105"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kupikir laki-laki itu egois dan menjadikan perempuannya sebagai salah satu harta milik yang bisa ditaruh dimana dia suka. Tak perlu dia tahu bagaimana perasaan perempuannya. Yang terpenting adalah perempuannya selalu ada saat dia menghendaki. Saat dia tidak berkehendak, perempuannya harus mengerti dan menyingkir dalam diam. Tak boleh ada air mata. Melihat kenyataan-kenyataan itu,  pandanganku kian pesimis terhadap sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku tiba di sebuah jalan lurus, saat itu aku dipertemukanNya dengan Beliau yang mengajariku cinta yang indah, cinta yang hanya tertuju padaNya. Aku terpesona dalam luapan rasa syukur yang mendalam. Aku diperlihatkanNya makna tentang laki-laki yang begitu berbeda. Lembut tapi tegas terasa saat mengajariku bagaimana aku berlaku yang hanya tertuju untukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu pula aku diijinkanNya bertemu beberapa sosok laki-laki yang berikhtiar mencintaiNya dalam tiap langkahnya. Merekapun begitu memanusiakan perempuannya sebagai sebuah penjelmaan cinta mereka padaNya. Sebuah kenyataan yang tidak pernah kutemui sebelumnya tentang "lelaki baik". Kemudian aku memohon "bila saatnya tiba, izinkan aku mencintainya karena mencintaiMu ya Allah, hingga kami dapat mewujudkan cintaMu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku bertemu dengan teman-teman yang sedang bernasib seperti ceritaku di atas, aku hanya bisa berkata cintailah lelakimu apa adanya  karenaNya. CintaNya lah yang kelak akan mengubah lelakimu menjadi lebih baik. Dan saat aku bertemu teman-temanku yang beruntung bersanding dengan "lelaki baik", akupun hanya bisa berkata "jangan pernah lupa bersyukur padaNya". Karena karunia terindahNya adalah bisa selalu seiring dengan "lelaki baik". Seperti mendapati pasangan sayap yang  akan menghantarkan ibadah terindah kita padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga akupun selalu diizinkan untuk selalu teringat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-108907807426848727?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/108907807426848727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=108907807426848727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108907807426848727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108907807426848727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/07/lelaki-baik.html' title='LELAKI BAIK'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-108838890417280247</id><published>2004-06-28T09:02:00.000+07:00</published><updated>2004-06-28T09:21:36.923+07:00</updated><title type='text'>BUMI &amp; REMBULAN</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/widhyara/bumi.txt"vspace="4" hspace="2" width="100" height="110"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dulu pernah tak percaya laki-laki. Pertama kupikir karena aku lebih menyukai berkawan dengan laki-laki, tapi ternyata karena aku tak percaya dengan perempuan yang bersemayam dalam aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku begitu menyukai semua kegiatan yang memerlukan tenaga dan keahlian laki-laki. Entah itu bela diri, main layang-layang sampai urusan memanjat apapun. Aku tidak suka dikatakan ayu atau apapun yang berbau perempuan. Kataku..."perempuan itu ringkih". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku kuliah, ada seniorku yang berkata; "adik kecilku, aku ingin sekali bila saat itu tiba aku ada untuk melihat siapa lelakiNya yang bisa membuatmu ikhlas menekuni fitrahmu sebagai perempuan". Sementara aku hanya tertawa. Aku kembali pada rutinitasku dan seniorku itu pun hilang ditelan masa setelah dia cukup bahagia melihatku berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saat aku dipertemukanNya dengan lelakiku dalam suatu acara, aku tinggalkan kesan yang tak terlupakan dalam benaknya. Aku menginginkannya merangkai bunga sedang aku sibuk dengan urusan angkat mengangkat, lengkap dengan segala atribut kegagahanku. Saat acara berlangsung dia tak mengenaliku karena aku sudah berganti rupa - saat itu aku diharuskan memakai baju panjang. Pergantian peran yang mulus walau aku tak begitu nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu bergulir dan aku menikmati menjadi perempuan tanpa merasa terpaksa bersamanya. Saatnya tiba..., dia memutuskan akan seiring jalan denganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku mengurus surat-surat yang diperlukan untuk perhelatan aku terpaku pada seraut wajah dalam bingkai. Bisakah kau tebak siapa dia??? Subhanallah..., dia seniorku yang menitip harap melihatku bersanding dengan lelakiku. Di situ ia tersenyum bahagia dengan tautan hatinya. Melihat aku terpana, bapak itu pun bercerita tentang anak sulungnya yang eksentrik itu. Aku hanya bisa mengucap dalam hati. "Trimakasih doanya untukku, hingga akhirnya aku dapat menghikmati kodratku sebagai perempuan, bersama lelaki pilihanNya untukku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ditulis menjelang Juli tanpa dirasa mengenang pada Juli enam warsa silam&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-108838890417280247?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/108838890417280247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=108838890417280247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108838890417280247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108838890417280247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/06/bumi-rembulan.html' title='BUMI &amp; REMBULAN'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-108719201336314031</id><published>2004-06-14T12:18:00.000+07:00</published><updated>2004-06-14T14:50:33.223+07:00</updated><title type='text'>DOA NAJLA</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/widhyara/najlabaca.txt"vspace="4" hspace="2" width="100" height="90"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Allah, Najla mau belajar, buku Najla sudah habis, belikan ya?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Begitu doa pendek gadis kecilku sebelum dia tidur. Memang buku yang dibelikan Abhi empat hari lalu sudah habis dia kerjakan. Buku yang menemaninya berhitung, mewarnai dan menelusur jejak. Aku hanya dapat terharu atas kemanjaannya pada Allah dan turut mengamini doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama setelah gadis ia lelap, Abhi pulang dengan membawa buku seperti yang dia minta sebelum tidur. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Alhamdulillah, doa gadis kecilku langsung dikabulkanNya".&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Lalu aku bercerita kepada Abhi tentang doa Najla sebelum dia tidur. Abhi mengucap &lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keharuan yang menyesak dada, aku berdoa semoga gadisku selalu bergayut manja pada Allah semata. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-108719201336314031?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/108719201336314031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=108719201336314031' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108719201336314031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108719201336314031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/06/doa-najla.html' title='DOA NAJLA'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-108666935556937021</id><published>2004-06-08T10:57:00.000+07:00</published><updated>2004-06-08T11:35:55.570+07:00</updated><title type='text'>PEREMPUAN TERINDAHKU</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/widhyara/ibuanak.txt"vspace="4" hspace="2" width="80" height="90"&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenal makna perempuan pertamakali dari nenek. Beliau mencontohkan sikap seorang perempuan masa silam yang moderat. Begitu keluar dari kamar tidur beliau sudah berpakaian rapi dan siap untuk rutinitas sehari-hari. Kebiasaan beliau yang paling melekat adalah beliau mendahulukan kepentingan ku sebelum kepentingan kakek. Aku merasa menjadi manusia kecil yang beruntung saat bersama beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan kedua yang mewarnai masa remajaku adalah seorang ibu muda yang energik dan berpikiran terbuka. Dia menjadi teman diskusiku, yang mulai merasa tidak nyaman dengan perubahan alamiah masa remaja. Dia menyejukkan hatiku yang penuh gejolak dengan rasa sayangnya. Aku merasa menjadi gadis yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan ketiga adalah perempuan yang mempesonaku.  Dia begitu lembut, sabar dan begitu mengerti akan laku anak-anaknya. Dia tak pernah menuntut kehadiran permata-permatanya, pun saat dia sedih sendiri ketika lelakinya menghadapNya. KaruniaNya lah yang membuat ikatan diantara mereka begitu kuat walau jarak diantara mereka berjauhan. &lt;em&gt;"Aku ingin menjadi sepertinya untuk permata hatiku nanti, begitu khayalku melayang"&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan selanjutnya adalah perempuan yang selalu menjadi inspirasiku, dan puncak segala rinduku. Beliau karunia terindah dariNya untukku. Dia mengajariku bagaimana menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. Beliau mengajariku cinta yang indah. Cinta yang mengutub hanya padaNya. Beliau mengajariku untuk mengerti kesendirian dan pengorbanan perempuan yang melahirkanku, yaitu perempuan yang berusaha ikhlas berpisah denganku, dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuanku yang ini hadirnya lebih menegaskan aku adalah perempuan. Perempuan kecil yang lucu dan trengginas. Tangis, celoteh dan gelak tawanya mewarnai hari-hariku yang indah. Mencintainya dan mencintai lelakiku membuatku lebih mengerti hikmat perempuanku dan cintaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan, atas izinMu hingga aku lebih ringan menjalankan hikmatku sebagai perempuan lewat perempuan-perempuanMu dan lelakiMu. Semoga Allah memeluk beliau, lelaki dan para perempuanku dalam surgaNya nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-108666935556937021?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/108666935556937021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=108666935556937021' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108666935556937021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108666935556937021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/06/perempuan-terindahku.html' title='PEREMPUAN TERINDAHKU'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-108657087471212479</id><published>2004-06-07T07:48:00.000+07:00</published><updated>2004-06-08T08:14:53.160+07:00</updated><title type='text'>MAKASIH BHI...</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/widhyara/makasih.txt"vspace="4" hspace="2" width="80" height="90"&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya aku agak kesulitan memulai menulis kembali, setelah demikian lama vakum. Namun Abhi rajin membujuk dan membesarkan hatiku. Hingga suatu waktu serangkai kata bersayap dari Abhi di layar komputer jinjing menarik manik mataku. Untaian kata itu membuatku teringat pada beberapa "protes" ku dan kisah "teman yang jadi saudaraku". Maka dengan menetap-netapkan hati mulailah aku menulis menyambung taburan kalimat itu. Sampai akhirnya aku terhanyut dalam dialog sunyi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Esoknya Abhi mengagetkanku dengan khabar ia telah memuat tulisanku di blognya. Wow!!!... aku jadi malu. Aku tak terbiasa membagi dialog-dialogku, pun dengan abhi. Aku hanya bisa berkata, "aduuuh Abhi tulisan itu kan belum aku edit...". Abhi hanya tersenyum dan berkilah "tenang aja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejutan indah lainnya kemudian tiba. Abhi membuatkan rumah hijau untuk tulisan-tulisanku. Makasih bhi... Semoga aku bisa tetap hati untuk menulis lagi.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-108657087471212479?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/108657087471212479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=108657087471212479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108657087471212479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108657087471212479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/06/makasih-bhi.html' title='MAKASIH BHI...'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-108563540766829395</id><published>2004-05-27T12:22:00.000+07:00</published><updated>2004-05-27T12:23:27.670+07:00</updated><title type='text'>BUNGA TERHISAP</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/rhay31/lily.txt"vspace="4" hspace="2" width="80" height="90"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bunga mencapai derajat tertinggi kebungaannya ketika ia tumbuh mekar di tengah semak belukar. Hakekat kebungaannya menjadi justru ketika bunga bersanding dengan sampah dan serakan dedaunan. Bunga akan mandeg pada kasta tetumbuhannya ketika ia diletakkan di vas kristal atau taman. Bunga akan terhisap kebungaannya hingga yang tertinggal hanya keindahan warna dan lekuk kelopaknya saja. Bunga bukan lagi kembang. Kembang bukan pula bunga. Ia sekedar hiasan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan ibarat bunga. Bila orang tua menganggapnya sebagai anak yang bisa dibanggakan karena dia ayu, penurut dan prigel maka ia hanya menjelma sebagai aset berharga orang tua. Bila suami menganggapnya sebagai ibu dari anak-anaknya dan hanya perlu mengurus rumah dan segala isinya maka diapun mewujud fungsinya sekedar sebagai pengurus rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dimana perempuan yang berfungsi sebagai penyeimbang semesta, perempuan yang menjadi penjaga pelita nurani insani dan matahari pengiring bumi laki-laki. Kemana perempuan yang bisa menjadikan dirinya semesta itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua lelaki berbicara tentang wujud perempuannya. Laki-laki pertama mencari perempuan yang terlatih untuk bersyukur. Laki-laki kedua berbinar saat berkata &lt;em&gt;"aku selalu jatuh cinta pada perempuan yang punya kehidupan sosial. Dia mau memberi apa yang dia punya untuk berbagi warna pada anak-anak jalanan dan manusia yang terpinggirkan sebagai wujud syukur akan nikmatNya yang dia kecap."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... mari berlomba untuk bersyukur dalam bentuk apapun agar perempuan bisa menjadi semesta itu sendiri, bagi dirinya, laki-laki dan manusia-manusia kecilnya.  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-108563540766829395?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/108563540766829395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=108563540766829395' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108563540766829395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108563540766829395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/05/bunga-terhisap.html' title='BUNGA TERHISAP'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7114274.post-108555542242089802</id><published>2004-05-26T14:07:00.000+07:00</published><updated>2004-06-14T12:14:32.216+07:00</updated><title type='text'>CINTA MENGHABLUR</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/rhay31/sayap.txt"vspace="4" hspace="2" width="75" height="100"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua orang laki-laki yang sedang mencari pasangan sayapnya pernah bercerita padaku tentang perempuan-perempuan yang mereka dambakan. Laki-laki yang satu berkata;&lt;br /&gt;"Aku hanya ingin menuntut yang sederhana dari perempuanku itu. Dia bisa menerima apa adanya aku dan tidak memanfaatkan rasa sayangku padanya. Dia bisa memotivasiku untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi."&lt;br /&gt;Laki-laki ini sangat mendalam menyayangi perempuannya. Meski kedalaman kasih sayangnya telah ia hamparkan, namun ia menuai kegagalan dalam perjalanan mewujud harapan. Salah si laki-laki itukah jika kemudian ia begitu sulit menemukan perempuan yang bisa berbagi bahu untuk mewujudkan asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki satunya pernah berpandangan perempuan itu sangat lemah sehingga menurutnya begitu merepotkan. Aku sempat terperangah melihat perempuan-perempuan yang ada di sekitarnya. Betapa keras usaha mereka menjadi sosok perempuan tegar agar bisa dekat dengannya. Tapi berjalan dengan waktu yang bergulir berulang dia menceritakan kekecewaannya. Sebab ketegaran yang mereka tunjukkan adalah sementara karena pamrih pada asa. Akupun bertanya apa yang salah dengan perempuan-perempuan itu. Jawabnya; kesemuan telah hadirkan kekecewaan karena tiada abadi. Dapatkah itu abadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian waktupun berlalu, laki-laki pertama menemukan perempuan impiannya dan mempunyai amanah dua gadis mungil untuk menemaninya mengeja totalitas mencinta kepadaNya. Begitu dia bercerita padaku saat akupun masih tertatih mencari makna totalitas menyerahkan cintaku hanya padaNya. Sedang laki-laki kedua pergi berlari ke belantara dan keterpencilan untuk mencoba memahami lakunya ataukah mungkin untuk memahami akunya? Yang ku tangkap, ia lari dari dirinya karena takut terperangkap pada impiannya tentang perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku bertekun pada ladang untuk menghanya padaNya, laki-laki kedua datang padaku dan berkata; &lt;br /&gt;"Adakah perempuan yang fahami akan laku dirinya di dunia?".&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menjawab;&lt;br /&gt;"Ada, istiqomahlah. Insyaallah kau akan diberikan, dia yang memberikan rasa aman karena dia senantiasa bergayut pada Yang Haq".&lt;br /&gt;Dia tersenyum lalu bergesa masuk belantara lagi. Sementara aku kembali tertatih melawan diri, minimkan aku hingga hanya Dia yang ada melingkup seluruh denyut nadiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totalitas. Kata itu kembali mengetuk sadarku, saat laki-laki kedua menyentilku dengan rasa syukurnya;&lt;br /&gt;"Aku cintakannya karena dia cintakanNya. Aku menyukai perempuanku karena dia pun punya kesalihan sosial. Akhirnya aku mengerti akan jalan yang kau pilih untuk menemukan totalitasmu padaNya. Mari berjuang bersama, doakan aku dan dia agar dapat menjadi sepasang sayap yang mengantarkan ibadah terindah hanya untukNya."&lt;br /&gt;Dia telah menemukan cintanya karena cintaNya. Semoga ridhoNya yang ada, amiiiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah tertinggal jauh darinya. Aku tenggelam dengan rutinitas yang membelenggu hingga aku terkadang tak dapat melihatNya. Aku begitu merindukanNya seperti lakuku dulu. Ya Allah, maafkan kedhaifanku. Maafkan aku karena akuku, lalaiku yang bikinku sulit mengingatMu dalam senyum. Maafkanku, karena seharusnya aku dapat lebih total mengabdi padaMu dengan hadirnya manusia kecilmu di antaraku. Jadi mengapa aku harus merasa baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya manusia kecilMu membentur ambang sabarku yang seharusnya tak bertepi. Seperti sabar Mu yang selalu mengizinkan aku tertatih kembali dalam peluk Mu. Maaf Mu yang menyamudera membasuh lelahku mengerti makna hadir manusia kecilMu. Ilmu agung adalah mencoba mengerti dengan izin Mu akan kehendak Mu terhadap manusia kecil Mu. Lalu apa yang membuat aku merasa lebih pintar dan lebih tahu dari dirinya? Sedang Dia yang menentukan apa saja untukmu, wahai binar mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah izinkan aku meminjam teluk Mu untuk menjadi muara aliran sungai mungil amanah Mu. Izinkan aku untuk total menghadir kepadaMu dalam setiap gerak perempuanku bersama lelaki dan gadis kecil Mu.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7114274-108555542242089802?l=binarsunyi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://binarsunyi.blogspot.com/feeds/108555542242089802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7114274&amp;postID=108555542242089802' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108555542242089802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7114274/posts/default/108555542242089802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://binarsunyi.blogspot.com/2004/05/cinta-menghablur_26.html' title='CINTA MENGHABLUR'/><author><name>ummiwied</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15098877206947799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://www.geocities.com/widhyara/najlaummicrop2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
